Meningkatnya kebutuhan pendinginan instan di kalangan pejalan kaki
Selama puncak hari-hari panas di Kota Ho Chi Minh, sejumlah kios minuman di jalan-jalan pusat kota berjalan lancar karena tingginya permintaan masyarakat untuk menyegarkan diri.
Menurut catatan wartawan Lao Dong pada tanggal 18 April, di sepanjang jalan Xo Viet Nghe Tinh dan Dinh Bo Linh (distrik Binh Thanh), dan jalan Phan Dang Luu (distrik Phu Nhuan), banyak kios minuman keliling bermunculan dengan segala macam minuman segar dengan harga berkisar antara 10.000 hingga 25.000 VND.
Ibu Le Thi Dung (70 tahun, Distrik Binh Thanh) telah berjualan minuman ringan di Jalan Dinh Bo Linh selama hampir 10 tahun. Saat Kota Ho Chi Minh memasuki puncak musim panas, ia menjual lebih dari 100 gelas air setiap hari, pendapatannya jauh lebih tinggi daripada saat hari-hari cerah.
"Karena usia tua dan kesehatan saya yang kurang baik, saya hanya bekerja sekitar 9 jam sehari, lalu istirahat. Cuaca panas akhir-akhir ini membuat banyak pelanggan datang, terutama antara pukul 09.00-10.00 dan 14.00-15.00," ujar Ibu Dung.
Kurang dari 50 meter dari kios Bu Dung, ada kios minuman lain yang juga sibuk menyiapkan minuman dingin untuk pelanggan. Pesanan datang tak hanya dari pejalan kaki, tetapi juga dari pembeli daring.
Menurut Ibu Hanh (pemilik kedai minuman di Jalan Dinh Bo Linh), saat ini ia harus meningkatkan impornya untuk memenuhi dahaga pelanggan. Rata-rata, ia menjual sekitar 200-300 gelas air per hari.
"Pelanggan banyak minum, jadi saya harus mengimpor lebih banyak barang untuk dijual. Di malam hari, saya terutama mengimpor jeruk dan es. Jumlah yang saya impor 2 atau 3 kali lipat lebih banyak dari biasanya," ujar Ibu Hanh.
Menurut Ibu Hanh, pelanggan perlu menyejukkan diri tidak hanya pada jam-jam puncak panas tetapi juga pada malam hari, dari pukul 6 sore hingga pukul 10 malam, jumlah pelanggan masih sangat tinggi.
Kaum muda memilih pergi ke kedai kopi untuk menghindari panas dan memenuhi tenggat waktu.
Tak hanya itu, banyak pula yang melepas dahaga dengan minuman dingin yang dibeli tergesa-gesa di pinggir jalan, namun tak sedikit pula yang memilih “berlindung” di kedai kopi selama berjam-jam demi menghindari terik matahari dan memanfaatkan waktu untuk belajar dan bekerja.
Ibu Van Anh (23 tahun, distrik Binh Thanh) mengatakan bahwa selama 2 bulan terakhir, setiap minggu ia memilih untuk pergi ke kedai kopi dekat rumahnya untuk bekerja dan menghindari panas setidaknya 3 kali. "Karena sifat pekerjaan saya menuntut kreativitas yang konstan, saya sering memilih kedai kopi dengan banyak pepohonan dan ruang terbuka untuk mendapatkan inspirasi kerja daripada duduk di rumah dan menyalakan AC," ujar Ibu Van Anh.
Senada dengan itu, Bapak Tran Chi Hung (24 tahun, Distrik 9) juga rutin mendatangi kedai-kedai kopi dengan model belajar atau kafe buku agar bisa berkonsentrasi bekerja di kala siang hari saat suhu Kota Ho Chi Minh sedang panas-panasnya mencapai 38-39 derajat Celsius.
"Saya rasa selama masa ini, banyak mahasiswa dan pekerja lepas seperti saya akan lebih memilih pergi ke kedai kopi untuk belajar dan bekerja daripada tinggal di rumah. Alasannya, saat di rumah, banyak hal yang mengalihkan perhatian kita, seperti ponsel, TV, atau tempat tidur. Hal ini membuat kita lesu dan tidak bersemangat untuk menyelesaikan sesuatu," ujar Pak Hung.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)