Vietnam memiliki banyak karya arsitektur Prancis yang bercirikan sejarah dan budaya, mulai dari kawasan tua, vila, hingga bangunan publik yang dibangun selama masa kolonial Prancis. Karya-karya ini tidak hanya erat kaitannya dengan memori perkotaan, tetapi juga merupakan bagian penting dari tampilan arsitektur kota-kota besar. Di bawah pengaruh urbanisasi dan perubahan lingkungan, kebutuhan untuk melestarikan dan mempromosikan nilai warisan arsitektur Prancis di Vietnam menjadi mendesak. Melalui kerja sama dengan banyak mitra internasional, terutama wilayah dan kota Prancis seperti Ile-de-France dan Toulouse, upaya konservasi ini mencapai kemajuan pesat.
Selama lebih dari tiga dekade, wilayah Ile-de-France telah bekerja sama erat dengan Hanoi dalam bidang konservasi warisan arsitektur. Sejak tahun 1990-an, para ahli Prancis telah mendukung Hanoi dalam merestorasi dan melestarikan karya arsitektur kuno seperti Sekolah Chu Van An, Perpustakaan Nasional, dan banyak kawasan tua di pusat kota. Karya-karya ini tidak hanya memiliki nilai sejarah tetapi juga merupakan simbol budaya yang unik, yang menarik perhatian masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara. Konservasi warisan arsitektur tidak berhenti pada pelestarian kenangan budaya tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan momentum untuk mendorong pembangunan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup. Secara khusus, proyek-proyek ini telah bergeser dari model kerja sama yang sederhana menjadi proyek yang lebih strategis dan multidimensi, dengan fokus pada penggabungan konservasi warisan dengan pembangunan pariwisata berkelanjutan dan peningkatan kualitas ruang publik di Hanoi.
Bagi warga Hanoi , Jembatan Long Bien bukan hanya jembatan yang menghubungkan kedua tepi Sungai Merah, tetapi juga peninggalan bersejarah yang telah dikaitkan dengan ibu kota selama beberapa dekade. Foto: Koleksi
Hanoi tidak hanya melestarikan bangunan-bangunan tua, tetapi juga menerapkan banyak pelajaran dari Prancis dalam merancang kawasan perkotaan modern yang selaras dengan warisan arsitektur. Bapak Emmanuel Cerise, perwakilan utama program kerja sama antara wilayah Ile-de-France dan Hanoi, berkomentar bahwa Hanoi memiliki potensi besar untuk menjadi kota dengan identitas arsitektur yang unik di kawasan tersebut. Struktur kuno seperti Jembatan Long Bien, gedung-gedung, dan Kawasan Kota Tua telah berkontribusi dalam membentuk tampilan Hanoi yang unik, menciptakan perbedaan dari banyak kota modern lainnya. Melalui proyek kerja sama, Hanoi berkesempatan untuk belajar dari pengalaman konservasi Prancis yang sukses, di mana setiap bangunan baru dipertimbangkan secara cermat dari segi desain untuk mempertahankan keindahan dan nilai arsitektur lama. Aturan konstruksi yang ketat dan kombinasi yang terampil antara warisan dan arsitektur modern adalah rahasia yang membantu Prancis mempertahankan keindahan kota yang harmonis dalam proses pembangunan perkotaan.
Salah satu bukti keberhasilan kerja sama di bidang konservasi adalah proyek renovasi rumah kuno di 87 Ma May dan renovasi Jalan Ta Hien. Kedua proyek ini, dengan dukungan teknis dari para ahli Prancis, telah mengubah kawasan tua Hanoi menjadi destinasi budaya yang luar biasa, memadukan fitur-fitur kuno dengan fasilitas modern, menciptakan ruang komunitas yang dinamis. Selain itu, proyek restorasi vila di 49 Tran Hung Dao juga terlaksana berkat kerja sama erat antara Hanoi dan wilayah Ile-de-France. Proyek ini tidak hanya menjadi contoh keberhasilan arsitektur, tetapi juga menjadi pusat pertukaran budaya, yang membuka peluang bagi penelitian dan pengembangan warisan arsitektur Prancis di Hanoi.
Khususnya, melalui kerja sama internasional, Hanoi telah mengumpulkan pengalaman berharga dalam pelatihan sumber daya manusia untuk konservasi warisan. Para pakar Prancis telah berpartisipasi dalam upaya konservasi dan menyelenggarakan pelatihan intensif bagi teknisi Vietnam. Berkat hal tersebut, tim ini memiliki pengetahuan tentang teknik konservasi modern sekaligus pemahaman mendalam tentang pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya asli. Pelatihan praktis ini telah membekali para arsitek dan pekerja Vietnam dengan kemampuan untuk melestarikan dan merestorasi bangunan secara komprehensif dan berkelanjutan, yang berkontribusi dalam menjaga keindahan arsitektur Prancis tepat di jantung kota-kota Vietnam.
Rumah kuno di 87 Ma Mei. Foto: Koleksi
Dengan strategi pembangunan jangka panjang, Hanoi terus bekerja sama dengan mitra Prancis untuk melaksanakan berbagai proyek konservasi warisan budaya di masa mendatang. Rencananya, mulai sekarang hingga tahun 2025, Hanoi akan menyelesaikan interior vila di 49 Tran Hung Dao dan terus memperluas penelitian tentang konservasi dan promosi nilai-nilai lingkungan lama. Proyek-proyek ini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan tampilan bangunan, tetapi juga pada peningkatan kualitas ruang hidup dan menciptakan kondisi bagi wisatawan dan masyarakat untuk lebih dekat dengan warisan budaya.
Melestarikan arsitektur Prancis di Vietnam melalui kerja sama internasional bukan hanya cara untuk melestarikan warisan, tetapi juga untuk meningkatkan hubungan persahabatan antara kedua negara. Proyek-proyek konservasi mencerminkan pemahaman dan penghormatan terhadap warisan budaya, sekaligus menciptakan fondasi yang kokoh bagi pembangunan sosial-ekonomi. Berkat dukungan mitra internasional dan upaya domestik, karya arsitektur Prancis di Vietnam akan terus dilindungi dan dihormati, sehingga memberikan nilai berkelanjutan bagi masa kini dan masa depan.
Komentar (0)