Terletak sekitar 50 km dari pusat kota Hanoi , desa kuno Duong Lam di kota Son Tay merupakan destinasi istimewa, di mana ciri khas desa kuno di Utara masih terpelihara. Dengan sejarah dan budayanya yang unik, Duong Lam diibaratkan museum hidup, di mana waktu seakan menetap di setiap batu bata dan setiap rumah kuno.
Desa Duong Lam menonjol dengan warisan arsitekturnya yang masih mempertahankan ciri khas aslinya yang langka. Gerbang desa Mong Phu, simbol Duong Lam, menyambut pengunjung dengan keindahannya yang sederhana dan kokoh. Dengan atap genteng sederhana dan dinding laterit kuno, gerbang desa ini bukan hanya pintu masuk, tetapi juga tempat untuk menyimpan kenangan masa lalu. Melewati gerbang ini, jalan-jalan berbata merah mengarah ke rumah-rumah kuno yang terhampar damai di bawah naungan pepohonan tua, menciptakan suasana desa yang sederhana namun tak kalah menarik.
Rumah komunal Mong Phu, yang terletak di pusat desa, merupakan daya tarik arsitektur yang unik. Dibangun pada tahun 1684, rumah komunal ini tidak memiliki dinding di sekelilingnya, melainkan memiliki pagar yang lapang, cocok untuk kegiatan komunitas. Menurut legenda, rumah komunal ini dibangun di atas kepala naga, dengan feng shui dan makna spiritual yang mendalam. Dari area ini, gang-gang kecil membawa pengunjung menjelajahi dunia yang dipenuhi jiwa pedesaan dengan rumah-rumah kuno berusia ratusan tahun, di mana jejak budaya dan sejarah terpatri di setiap garis arsitekturnya.
Arsitektur kuno gerbang desa Mong Phu. Foto: Koleksi
Rumah-rumah kuno di Duong Lam, terutama di Desa Mong Phu, merupakan bukti nyata bakat dan kecerdikan para perajin Vietnam kuno. Dibangun dari kayu laterit dan nangka, rumah-rumah ini awet dan memancarkan keindahan yang sederhana namun hangat. Rumah Bapak Nguyen Van Hung, yang dibangun pada tahun 1649, merupakan salah satu objek wisata. Dengan halaman luas yang dipenuhi toples-toples kecap khas, rumah-rumah di Duong Lam menceritakan kisah masa lalu dan mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Duong Lam juga merupakan negeri yang kaya akan sejarah dan legenda, tempat kelahiran dua raja tersohor, Bo Cai Dai Vuong Phung Hung dan Ngo Quyen. Klenteng Phung Hung dan Makam Ngo Quyen merupakan situs bersejarah yang sangat penting, baik untuk mengenang jasa para leluhur maupun untuk meneguhkan tradisi patriotisme dan perjuangan gigih bangsa. Selain itu, peninggalan seperti Pagoda Mia dengan 287 arca pemujaan atau sumur-sumur kuno yang menyimpan jejak budaya yang kuat juga menambah daya tarik unik negeri ini.
Jalan bata menuju desa. Foto: Koleksi
Selain warisan budaya yang nyata, Duong Lam sepenuhnya melestarikan keindahan kehidupan sehari-hari. Gambaran kawanan sapi yang santai pergi ke ladang, para lelaki tua yang mengunyah sirih di kedai teh, atau gang-gang kecil berlumut mengingatkan kita pada masa lampau, di mana kehidupan sederhana menyatu dengan alam. Khususnya, hidangan tradisional seperti ayam Mia, babi panggang, dan ketan memperkaya pengalaman pengunjung, menjadi jembatan bagi mereka untuk menemukan kekayaan cita rasa pedesaan.
Di era modern, Duong Lam terus berupaya melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai warisannya. Proyek-proyek renovasi rumah-rumah kuno, pelestarian ruang desa, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan telah menciptakan vitalitas baru bagi desa tersebut. Pada bulan September 2019, Duong Lam resmi diakui sebagai destinasi wisata, membuka peluang untuk mempromosikan citra dan nilai-nilai budaya unik tempat ini.
Duong Lam adalah simbol nyata sebuah desa Vietnam kuno, sekaligus bukti nyata upaya melestarikan identitas budaya di tengah arus modernitas. Gambaran desa di sini membangkitkan kenangan masa lalu, membangkitkan kebanggaan dan cinta tanah air di hati setiap orang Vietnam.
Hoang Anh - SEAP
Komentar (0)