Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo.

VHO - Selama beberapa generasi, penduduk desa nelayan di sepanjang Sungai Lo (Tuyen Quang) telah tinggal di rumah-rumah terapung reyot yang bergoyang mengikuti pasang surut, di mana seluruh kehidupan dan mata pencaharian mereka bergantung pada sungai sepanjang tahun.

Báo Văn HóaBáo Văn Hóa23/05/2026

Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 1
Di sepanjang Sungai Lo, puluhan rumah terapung berjejer rapat di permukaan air, dan seiring waktu, hal ini secara bertahap membentuk sebuah desa nelayan yang telah ada selama bertahun-tahun di jantung Tuyen Quang.
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 2
Menurut pengamatan seorang reporter dari surat kabar Van Hoa pada Mei 2026, sebagian besar rumah terapung di sini dibangun dari papan kayu, atap seng bergelombang tua, dan tong apung di bawahnya, dikelilingi oleh jalinan tali tambat untuk menjaga rumah tetap stabil saat air pasang dan surut.
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 3
Rumah-rumah ini, meskipun hanya berukuran beberapa puluh meter persegi, adalah tempat tinggal bagi beberapa generasi sebuah keluarga; dari orang tua hingga anak-anak kecil, semua orang terhubung dengan kehidupan yang penuh ketidakpastian di tepi sungai.
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 4
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 5
Struktur ini dirancang menggunakan rangka baja dan tangki apung di bawahnya.
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 6
Semua aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak hingga tidur, terbatas pada ruang yang kecil.
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 7
Setelah menghabiskan lebih dari 20 tahun tinggal di tepi sungai di desa nelayan, Bapak Le Cuong Quyet lebih memahami daripada siapa pun kesulitan dan penderitaan yang dihadapi oleh masyarakat di sini.
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 8
Menurut Bapak Quyet, beberapa rumah terapung dan perahu di sungai digunakan untuk beternak, tetapi sumber pendapatan utama masih berasal dari perikanan dan budidaya ikan dalam keramba. Musim kemarau adalah waktu yang paling sulit ketika banyak bagian dasar sungai berupa bebatuan yang terbuka, sehingga menyulitkan pergerakan perahu dan memperlambat pertumbuhan ikan dalam keramba.
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 9
Selain menghadapi kekhawatiran akan mencari nafkah, penduduk desa nelayan juga terus-menerus merasa cemas akan bahaya yang mengintai saat musim hujan tiba. Ketika air sungai naik, angin kencang dapat memutuskan tali tambat, dan kayu serta puing-puing yang terbawa air banjir berisiko menabrak rumah-rumah terapung, menyebabkan kerusakan atau bahkan terbalik dan menenggelamkannya.
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 10
"Banyak keluarga, yang khawatir akan potensi kecelakaan, harus meninggalkan para pria di rumah dalam keadaan siaga selama musim hujan, untuk berjaga-jaga jika gelombang besar atau arus kuat menerbangkan rumah apung mereka di tengah sungai," tambah seorang warga desa nelayan.
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 11
Jangkar-jangkar tersebut mencegah rumah-rumah dan perahu-perahu hanyut.
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 12
Sebelumnya, menurut informasi dari Komite Rakyat Kelurahan Nong Tien, pemerintah setempat secara rutin menyebarkan informasi dan mengingatkan rumah tangga yang tinggal di rumah terapung untuk proaktif memperkuat tali tambat dan meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan dan badai guna menjamin keselamatan jiwa dan harta benda.
Rumah-rumah tanpa nomor di desa nelayan di sepanjang Sungai Lo - foto 13
"Banyak keluarga di desa nelayan ini telah tinggal di tepi sungai selama bertahun-tahun, sehingga kehidupan mereka sebagian besar bergantung pada penangkapan ikan dan budidaya ikan dalam keramba. Pihak berwenang setempat juga berkoordinasi untuk meninjau dan menemukan solusi yang tepat untuk mendukung masyarakat dalam menstabilkan kehidupan mereka di masa mendatang," tambah pemimpin setempat.

Sumber: https://baovanhoa.vn/doi-song/nhung-can-nha-khong-so-o-xom-chai-ven-song-lo-230809.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Ruang Kelas di West Rock A

Ruang Kelas di West Rock A

Kabut pagi di Thong Hue

Kabut pagi di Thong Hue

Di Bawah Cahaya Bulan

Di Bawah Cahaya Bulan