Saat bel berbunyi menandakan berakhirnya ujian Bahasa Asing, para peserta ujian di Kota Ho Chi Minh keluar dari pusat ujian satu per satu, masing-masing dengan berbagai macam emosi. Namun terlepas dari hasil ujian, yang menunggu mereka di balik gerbang sekolah adalah senyuman, tatapan penuh kasih sayang, dan dukungan dari orang tua mereka.

Mata yang dipenuhi harapan akan anak-anak mereka tampak mengawasi dari luar gerbang sekolah.
Di lokasi ujian di Sekolah Menengah Tran Quoc Toan (Kelurahan Binh Trung), banyak orang tua hadir untuk menjemput anak-anak mereka setelah ujian. Di tengah keramaian, banyak orang tua dengan penuh perhatian memperhatikan gerbang sekolah, berharap segera bertemu anak-anak mereka setelah berjam-jam menegangkan di ruang ujian.


Tung Lam memeluk ibunya erat-erat setelah menyelesaikan ujian Bahasa Asing pada hari pertama ujian, 1 Juni.
Saat keluar dari pusat ujian, Vu Tung Lam, seorang siswa kelas 9 dari Sekolah Menengah An Phu, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. "Saya merasa cukup percaya diri dengan penampilan saya. Untuk ujian Bahasa Asing siang ini, saya merasa soal-soalnya cukup merata, memberi kesempatan kepada para peserta untuk mendapatkan nilai bagus di banyak bidang. Saya sangat senang dan bersyukur ibu saya menemani dan menyemangati saya selama ujian ini," ujar Tung Lam.
Menurut siswa laki-laki tersebut, dukungan keluarganya membantunya merasa jauh lebih tenang selama masa persiapan ujian maupun saat menghadapi ujian penting. "Setelah hari pertama ujian, saya merasa telah mendapatkan lebih banyak pengalaman dan siap memasuki jenjang sekolah menengah atas," tambah Tung Lam.
Tidak hanya para kandidat yang membawa banyak emosi, tetapi bagi orang tua, ujian masuk kelas 10 juga merupakan tonggak penting yang istimewa.

Pak Le Quy Dat mengabadikan momen emosional ketika putrinya keluar dari ruang pemeriksaan.
Menunggu di luar pusat ujian untuk putrinya bahkan sebelum sesi siang berakhir, Bapak Le Quy Dat, orang tua dari Le Minh Ha (kelas 9, SMA Tran Quoc Toan), mengatakan bahwa ia merasakan berbagai macam emosi. "Saya datang lebih awal untuk menunggu putri saya. Meskipun saya tahu dia sudah mempersiapkan diri dengan cukup baik, saya tetap merasa gugup. Yang paling saya harapkan adalah dia tetap tenang dan percaya diri saat mengikuti ujian," ujar Bapak Dat.

Pak Dat difoto di samping putrinya.
Menurutnya, hasil ujian itu penting, tetapi bukan segalanya. Sepanjang masa persiapan, keluarga selalu berusaha mendukung dan mendorong anak mereka alih-alih memberi tekanan.
"Saya berharap anak saya meraih hasil yang baik, tetapi saya tidak terlalu menekan mereka untuk mendapatkan nilai tinggi. Selama mereka melakukan yang terbaik, keluarga akan sangat bahagia," katanya.
Hari pertama ujian berlangsung dalam kondisi cuaca yang cukup baik, tanpa panas yang menyengat. Namun, terjadi hujan deras sesekali. Meskipun demikian, banyak orang tua dengan sabar menunggu di luar gerbang sekolah selama berjam-jam.

Sebagian orang berdiri di bawah pohon mencari keteduhan, sebagian lainnya membawa payung untuk melindungi diri dari matahari dan hujan. Beberapa orang tua beristirahat di trotoar, tetapi mata mereka selalu tertuju pada gerbang sekolah. Kehadiran yang tenang ini menjadi sumber dukungan moral, membantu banyak calon peserta ujian merasa lebih percaya diri saat memasuki ujian yang dianggap sebagai salah satu tonggak penting pertama dalam kehidupan sekolah mereka.

Banyak siswa, setelah meninggalkan ruang ujian, langsung mencari orang-orang terkasih mereka di antara kerumunan. Botol air dingin, kata-kata penyemangat sederhana, atau tepukan lembut di bahu membantu mengurangi sebagian tekanan setelah berjam-jam belajar intensif.
Di balik setiap siswa ada keluarga yang menemani, berbagi, dan menunggu mereka. Dan dalam perjalanan menaklukkan pintu menuju kelas 10, kasih sayang orang tua tetap menjadi sumber motivasi yang istimewa, memberi mereka kekuatan untuk melangkah maju dengan percaya diri.

Sesuai rencana, pada hari ujian berikutnya, 2 Juni, siswa di Kota Ho Chi Minh akan melanjutkan ujian Matematika - mata pelajaran terakhir bagi kandidat yang mengikuti ujian masuk kelas 10 reguler. Kandidat yang mendaftar ke kelas khusus atau terpadu akan mengikuti ujian sesuai pilihan mereka.
Sumber: https://vtv.vn/nhung-diem-tua-yeu-thuong-tiep-suc-mua-thi-100260601163243794.htm








Komentar (0)