
Olympiacos merayakan kemenangan Liga Champions UEFA 2023/2024. (Foto: Reuters).
Pertandingan ini dinilai cukup berimbang. Meskipun Fiorentina berasal dari latar belakang sepak bola yang lebih terkenal, Olympiacos memiliki keuntungan bermain di liga domestik, sehingga tidak perlu bepergian terlalu jauh. Selain itu, dalam perjalanan ke final, Olympiacos juga mengalahkan kandidat teratas juara, Aston Villa, di semifinal.
Sesuai dengan karakter final, pertandingan ini dimulai dengan sangat hati-hati. Kedua tim tidak ingin kebobolan gol cepat. Peluang yang tercipta sangat sedikit, dan ketika peluang mencetak gol datang, kedua tim tidak mampu memanfaatkannya. Pada menit ke-40, El Kaabi mencoba mencetak gol bagi Olympiacos, tetapi gagal menaklukkan kiper Fiorentina, Pietro Terracciano.
Di babak kedua, pertandingan babak pertama kembali terulang. Kehati-hatian menjadi prioritas utama pelatih Mendilibar dan Italiano. Fiorentina sempat menciptakan peluang langka di menit ke-65, tetapi sundulan Milenkovic masih melebar.
Tidak ada gol yang tercipta selama 90 menit resmi dan kedua tim harus menjalani dua babak tambahan. Di babak tambahan, tempo pertandingan meningkat pesat. Banyak peluang tercipta, tetapi akurasi menjadi kekurangan kedua penyerang.
Dalam pertandingan tersebut, gol penentu di final terjadi pada menit ke-116. Gelandang Hezze memberikan umpan silang yang mudah kepada striker El Kaabi, yang dengan mudah menceploskannya ke gawang Fiorentina.
Skor 1-0 untuk Olympiacos adalah hasil akhir. Kemenangan dan gelar juara menjadi milik tim Yunani. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah klub Yunani memenangkan Piala Eropa.
Tran Tien/VOV.VN
Sumber
Komentar (0)