Kremlin telah mengonfirmasi bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saling memberikan senapan selama pertemuan mereka di Timur Jauh.
"Presiden Putin menghadiahkan kepada Ketua Kim Jong-un sebuah senapan berkualitas tinggi buatan Rusia. Presiden juga menerima senapan buatan Korea Utara," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam konferensi pers di Moskow pada 14 September.
Tuan Putin juga memberi Tuan Kim "sebuah sarung tangan dari pakaian antariksa yang telah digunakan berkali-kali di luar angkasa", tambah Tuan Peskov.
Presiden Putin dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memeriksa senapan pada Desember 2021. Foto: Reuters
Juru bicara Kremlin juga mengonfirmasi bahwa Presiden Rusia telah menerima undangan dari Ketua Kim Jong-un untuk mengunjungi Korea Utara, tetapi tidak menyebutkan waktunya. Putin kembali ke Moskow setelah bertemu dengan Kim Jong-un di Timur Jauh.
"Pertemuan puncak antara para pemimpin kedua negara berlangsung tepat waktu, bermanfaat, dan konstruktif. Rusia akan terus mengembangkan hubungan dengan Korea Utara," ujar Peskov, seraya menambahkan bahwa Kim Jong-un akan terus mengunjungi Rusia dalam beberapa hari ke depan.
"Korea Utara adalah tetangga kami dan, seperti negara tetangga lainnya, Rusia bermaksud membangun dan mengembangkan hubungan baik serta kerja sama yang saling menguntungkan berdasarkan rasa saling menghormati," tambahnya.
Presiden Rusia Putin (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Kosmodrom Vostochny, pelabuhan antariksa termodern Rusia, pada 13 September. Foto: KCNA
Juru bicara Kremlin mengatakan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov akan mengunjungi Korea Utara pada bulan Oktober. Ketika ditanya apakah Rusia akan mencabut sanksi terhadap Korea Utara, Peskov mengatakan Rusia tetap menjadi anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Rusia dengan kereta api pada 12 September atas undangan Presiden Putin. Ini adalah kunjungan luar negeri pertama Kim sejak 2019.
Presiden Rusia memuji "penguatan kerja sama dan persahabatan antara kedua negara" saat menyambut Kim Jong-un di sebuah pelabuhan antariksa di Timur Jauh pada 13 September. Pemimpin Korea Utara itu mengatakan kepada Putin bahwa Rusia pasti akan meraih "kemenangan gemilang" atas rivalnya.
Presiden Rusia mengangkat kemungkinan kerja sama militer -teknis dengan Korea Utara, dengan tetap mematuhi sepenuhnya batasan internasional. Juru bicara Kremlin juga mengatakan bahwa Rusia dan Korea Utara memiliki potensi untuk bekerja sama di bidang luar angkasa.
Huyen Le (Menurut AFP , Reuters )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)