![]() |
Manajer Manchester City telah mengeluarkan peringatan kepada penyelenggara Liga Premier. |
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Crystal Palace pada 13 Mei, manajer asal Spanyol itu menekankan: "Biarkan para manajer melakukan apa yang menurut mereka perlu. Semakin sedikit campur tangan penyelenggara Liga Premier dalam keputusan profesional, semakin baik bagi semua orang."
Pernyataan Pep muncul ketika manajer Oliver Glasner mengisyaratkan kemungkinan rotasi skuad Crystal Palace untuk putaran terakhir Liga Premier. Klub London itu akan menjamu Arsenal di Selhurst Park hanya tiga hari sebelum final Liga Conference, yang berarti banyak pemain kunci bisa diistirahatkan.
Hal itu dipandang sebagai keuntungan signifikan bagi Arsenal di tahap krusial perebutan gelar juara. Namun, Pep Guardiola menegaskan bahwa Manchester City tidak akan mencari alasan jika mereka kalah dari rival mereka.
"Kami tidak akan menyalahkan wasit atau tim lain mana pun," tambah pelatih asal Spanyol itu.
Sementara itu, Glasner juga bereaksi keras terhadap anggapan bahwa Crystal Palace dapat merusak keadilan liga.
"Pada akhir musim, setiap tim akan mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan. Saya tidak memiliki tanggung jawab kepada Arsenal atau Manchester City. Saya dibayar untuk melakukan yang terbaik bagi Crystal Palace," tegas manajer asal Austria itu.
Pada dini hari tanggal 14 Mei, Manchester City akan menjamu Crystal Palace di kandang. Jika tim Pep Guardiola kalah, sementara Arsenal mengalahkan Burnley, The Gunners akan resmi dinobatkan sebagai juara Premier League dengan satu pertandingan tersisa.
Sumber: https://znews.vn/pep-nhac-nho-premier-league-post1651210.html







Komentar (0)