Pemerintah Finlandia telah memperkenalkan peraturan baru untuk membatasi penggunaan telepon seluler oleh siswa di sekolah. Peraturan ini secara resmi mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus, tepat sebelum dimulainya tahun ajaran baru.
Finlandia, negara Nordik yang dikenal dengan pendidikannya yang berkualitas tinggi, meskipun demikian, telah mengalami penurunan peringkat prestasi akademik siswa berusia 15 tahun dalam beberapa tahun terakhir.

Pihak berwenang Finlandia prihatin dengan menurunnya prestasi akademik siswa akibat gangguan dari perangkat teknologi (Gambar ilustrasi: Straits Times).
Secara spesifik, menurut peringkat Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), kemampuan matematika, pemahaman bacaan, dan ilmu pengetahuan alam siswa berusia 15 tahun di Finlandia menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Oleh karena itu, undang-undang baru dengan cepat dimasukkan ke dalam Undang-Undang Pendidikan Dasar Finlandia. Undang-undang ini, yang disahkan pada bulan April, secara khusus melarang siswa Finlandia berusia 7 hingga 16 tahun menggunakan telepon seluler selama jam pelajaran.
Saat ini, siswa Finlandia hanya diperbolehkan menggunakan telepon dan perangkat seluler lainnya di kelas dengan izin guru, untuk tujuan pendidikan atau alasan khusus.
Otoritas pendidikan Finlandia juga mendorong sekolah untuk menerapkan peraturan yang lebih ketat daripada peraturan dasar. Tujuannya adalah untuk membatasi penggunaan telepon seluler oleh siswa di sekolah, termasuk selama waktu makan dan istirahat.
Menurut media Finlandia, beberapa sekolah di negara itu telah mulai mewajibkan siswa untuk menyimpan ponsel mereka di dalam tas atau loker sepanjang hari sekolah, termasuk selama istirahat.
Beberapa sekolah hanya mengizinkan siswa menggunakan ponsel mereka selama istirahat, jika mereka berada di luar ruangan. Hal ini bertujuan untuk mendorong mereka bergerak, berolahraga, dan menghabiskan waktu di luar ruangan.
Menurut survei OECD terbaru, sebanyak 41% siswa Finlandia mengatakan bahwa penggunaan perangkat elektronik pintar mengganggu konsentrasi mereka selama pelajaran.
Pemberlakuan undang-undang baru ini dipandang sebagai upaya pemerintah Finlandia untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dan mengurangi gangguan yang disebabkan oleh perangkat teknologi di lingkungan sekolah.
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/phan-lan-siet-chat-su-dung-dien-thoai-o-truong-hoc-vi-sao-20250802094241168.htm








Komentar (0)