'Mengonsumsi banyak polifenol dari kopi dan makanan seperti cokelat dan anggur merah dapat membantu mengurangi risiko sindrom metabolik hingga 23%.' Awali hari Anda dengan berita kesehatan untuk membaca lebih lanjut tentang artikel ini!
Awali hari Anda dengan berita kesehatan ; Anda juga dapat membaca artikel-artikel berikut: Apakah bintik-bintik penuaan benar-benar tidak berbahaya?; Bagaimana cara berjalan agar tetap sehat dan terlihat menarik?; 4 tanda peringatan bahwa tulang Anda menua dengan cepat dan rentan terhadap penyakit...
Kabar gembira bagi para pecinta kopi di usia 50-an!
Para ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Universitas São Paulo (Brasil) menganalisis data dari 6.378 peserta, dengan usia rata-rata hampir 50 tahun, untuk meneliti hubungan antara asupan polifenol dalam makanan, risiko sindrom metabolik, dan faktor risiko kardiovaskular.
Sindrom metabolik adalah sekelompok kondisi yang terjadi bersamaan, meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Kondisi-kondisi ini meliputi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, obesitas perut, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang abnormal. Ini adalah faktor risiko paling umum untuk penyakit kardiovaskular.
Penelitian terbaru baru saja menemukan manfaat luar biasa lainnya dari kopi.
Sementara itu, polifenol adalah senyawa bioaktif dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang terkenal, yang banyak ditemukan dalam kopi dan beberapa makanan lain seperti buah-buahan, cokelat, dan anggur.
Para peserta diminta untuk menjawab kuesioner tentang kebiasaan makan dan frekuensi konsumsi 92 makanan kaya polifenol, termasuk kopi.
Selama periode tindak lanjut rata-rata lebih dari 8 tahun, 2.031 orang didiagnosis menderita sindrom metabolik, yang berarti mereka memiliki setidaknya tiga dari kondisi berikut: obesitas perut, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida tinggi, dan lipid tinggi (dislipidemia).
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi lebih banyak polifenol dari kopi dan makanan seperti cokelat, anggur merah, teh, dan buah-buahan (termasuk anggur merah, stroberi, dan jeruk) dapat membantu mengurangi risiko sindrom metabolik hingga 23%. Detail lebih lanjut dari artikel ini akan tersedia di halaman kesehatan pada tanggal 22 Februari.
Bagaimana cara berjalan agar tetap sehat dan bugar?
Ada kesalahpahaman umum bahwa berjalan kaki adalah olahraga sederhana dan tidak cukup untuk membantu menurunkan berat badan; namun, para ahli mengatakan bahwa jika dilakukan secara teratur dan sistematis, hal itu sangat bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan kesehatan.
Pelatih kebugaran James Rodgers, yang saat ini bekerja di AS, berbagi dengan Eat This, Not That! bahwa berjalan kaki adalah aktivitas yang bagus untuk menurunkan berat badan dan akan lebih bermanfaat jika Anda menjadikannya kebiasaan alami, teratur, dan terencana.
Berjalan kaki secara teratur tentu dapat membantu menurunkan berat badan.
Namun, pelatih ini tidak merekomendasikan rencana yang sulit diikuti secara teratur dan tampak "mustahil" bagi banyak orang, seperti berjalan 10.000 langkah sehari, karena hal ini dapat menjadi beban.
Untuk berjalan kaki secara efektif, pertama-tama fokuslah pada membangun daya tahan melalui olahraga teratur. Sesi berjalan kaki harus memiliki tujuan spesifik, mungkin dimulai hanya dengan 15 menit, kemudian meningkat 10 menit setiap 2-3 minggu hingga mencapai satu jam.
Selain itu, pelatih ini juga menyarankan orang untuk fokus tidak hanya pada jumlah langkah tetapi juga pada kecepatan dan ritme (langkah per menit), dengan memperhatikan ayunan lengan yang lebih cepat. Terutama, berjalan di medan baru yang menantang otot (jalur setapak, jalan bergelombang, taman) akan membuat latihan lebih menyenangkan. Bagian selanjutnya dari artikel ini akan tersedia di halaman kesehatan pada tanggal 22 Februari.
4 tanda peringatan bahwa tulang Anda menua dengan cepat dan lebih rentan terhadap penyakit.
Tulang adalah kerangka yang menopang tubuh, memungkinkan gerakan yang fleksibel dan melindungi organ-organ vital. Namun, seiring waktu, tulang secara bertahap melemah karena proses penuaan alami.
Pengenalan dini terhadap tanda-tanda penuaan tulang yang cepat tidak hanya membantu mencegah osteoporosis tetapi juga melindungi kesehatan secara keseluruhan. Beberapa intervensi tepat waktu dapat membantu menjaga kesehatan tulang.
Tulang yang mudah patah merupakan tanda peringatan bahwa tulang tersebut telah menua.
Tanda-tanda peringatan bahwa tulang mengalami penuaan dini meliputi:
Nyeri sendi yang terus-menerus. Nyeri sendi adalah tanda umum penuaan. Nyeri seringkali terkonsentrasi pada sendi yang menopang berat badan seperti lutut, pinggul, tulang belakang, atau pergelangan tangan. Penyebabnya mungkin penurunan kepadatan tulang, kerusakan tulang rawan, atau artritis. Jika nyeri berlanjut tanpa adanya cedera yang jelas, itu bisa menjadi tanda osteoporosis atau osteoartritis.
Penurunan tinggi badan secara bertahap. Jika seseorang menyadari tinggi badannya menurun seiring waktu, ini bisa menjadi tanda kehilangan massa tulang. Ketika tulang mengalami degenerasi dengan cepat, tulang belakang akan runtuh atau rusak, yang menyebabkan penurunan tinggi badan. Dalam beberapa kasus, bungkuk atau skoliosis juga dapat terjadi. Ini adalah indikasi yang jelas bahwa tulang Anda melemah, terutama pada orang yang berusia di atas 50 tahun. Mulailah hari Anda dengan berita kesehatan untuk membaca lebih lanjut tentang artikel ini!
Sumber: https://thanhnien.vn/ngay-moi-voi-tin-tuc-suc-khoe-phat-hien-hoat-chat-cuc-tot-trong-ca-phe-185250222000428932.htm






Komentar (0)