Vietnam terpilih sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk masa jabatan 2023-2025 pada sidang ke-77 Majelis Umum PBB di New York (AS). (Sumber: Delegasi Vietnam di New York) |
Banyak manfaat dari teknologi digital
Selama bertahun-tahun, salah satu faktor yang menciptakan reputasi Vietnam dalam hubungan internasional adalah bahwa Partai dan Negara kami selalu menegaskan pandangan progresif dan positif tentang hak asasi manusia, menciptakan kondisi bagi semua orang untuk menikmati hak-hak mereka.
Saat ini, jumlah pengguna internet di Vietnam telah mencapai lebih dari 70 juta orang, tertinggi ke-12 di dunia dan ke-6 di Asia. Infrastruktur telekomunikasi telah menjangkau 99,8% populasi dan internet serat optik telah menjangkau 98% kelurahan dan komune. Tingkat pengguna jejaring sosial juga mencapai 78% dari populasi.
Tak dapat dipungkiri, transformasi digital telah membawa perubahan dalam kehidupan sosial. Di Vietnam, masyarakat telah merasakan banyak manfaat dari transformasi digital dan internet. Berkat transformasi digital, masyarakat telah terbiasa dengan layanan publik daring dan menikmati banyak manfaat yang dibawa internet.
Perkembangan internet dan teknologi digital telah membuka potensi besar bagi pembangunan sosial-ekonomi negara ini. Utilitas dan layanan digital secara bertahap tersebar di seluruh negeri. Lebih lanjut, kemunculan dan perkembangan layanan, aplikasi, dan produk teknologi pada platform digital telah membawa perubahan pesat dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Vietnam juga telah mencapai banyak keberhasilan dalam proses transformasi digital, yang menjamin hak asasi manusia serta kebebasan internet.
Namun, kemunculan dan perkembangan layanan jaringan yang pesat dan berkelanjutan juga menimbulkan banyak masalah kompleks. Banyak peringatan risiko datang dari transaksi di lingkungan digital. Khususnya, berita palsu dan informasi yang belum diverifikasi memiliki dampak signifikan terhadap perlindungan hak asasi manusia serta privasi individu dan bisnis. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan, strategi, dan pedoman yang tepat dan terprediksi untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang dihadirkan internet.
Di era digital, dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat dan tak terbatas, manusia juga menghadapi berbagai risiko, tantangan, dan hak asasi manusia yang terdampak. (Sumber: CAND) |
Memastikan hak asasi manusia di dunia maya
Di dunia yang terglobalisasi dan terintegrasi secara internasional saat ini, citra positif suatu negara semakin dihargai, menarik perhatian masyarakat internasional, dan memengaruhi perkembangan sosial-ekonomi serta daya saing negara tersebut. Oleh karena itu, negara-negara semakin memperhatikan pembangunan, promosi, dan peningkatan citra nasional. Di Vietnam, perlindungan hak asasi manusia merupakan sudut pandang yang konsisten, yang tercermin dalam semua pedoman, kebijakan, dan strategi Partai dan Negara.
Dapat dikatakan bahwa Revolusi Industri 4.0 dan kecerdasan buatan mengubah cara orang hidup, bekerja, dan berinteraksi satu sama lain dalam masyarakat digital, sekaligus menimbulkan masalah keamanan dan privasi pribadi. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi manfaat dan tantangan di dunia maya dalam hal perlindungan hak asasi manusia.
Para ahli berpendapat bahwa perlu ada kebijakan untuk mengelola aktivitas di dunia maya. Khususnya, perlu ada regulasi untuk menjamin hak asasi manusia dalam proses transformasi digital, agar tidak ada yang tertinggal. Menurut statistik Kementerian Keamanan Publik, data pribadi lebih dari 2/3 penduduk Vietnam disimpan, diunggah, dibagikan, dan dikumpulkan di dunia maya dalam berbagai bentuk dan tingkat. Oleh karena itu, isu pentingnya adalah bagaimana mengelola dan menggunakan data pribadi secara efektif, sekaligus melindunginya.
Di era digital, pengendalian dan pengumpulan informasi pribadi serta data perilaku setiap individu merupakan risiko yang tak terelakkan. Untuk melindungi hak asasi manusia di dunia maya, Vietnam telah menerbitkan Undang-Undang Keamanan Siber, Undang-Undang Transaksi Elektronik, dan Undang-Undang Teknologi Informasi... yang di dalamnya terdapat peraturan khusus tentang hak-hak individu dalam menggunakan dan berbisnis di internet.
Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tentang Perlindungan Data Pribadi, yang akan berlaku mulai 1 Juli 2023. Solusi ini akan berkontribusi pada perlindungan privasi pribadi, hak asasi manusia, hak sipil, dan keamanan siber. Khususnya, Peraturan Pemerintah Nomor 13 ini diadopsi dan diselaraskan dengan praktik internasional terkait perlindungan data pribadi dan hak asasi manusia.
Khususnya, Vietnam merupakan salah satu negara pertama di dunia yang meluncurkan program transformasi digital nasional. Dalam prosesnya, Vietnam telah membangun koridor hukum yang penting untuk lebih menjamin hak asasi manusia, mulai dari hak sipil, politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan.
Banyak pakar berpendapat bahwa hak asasi manusia harus dilindungi di dunia maya sebagaimana hak tersebut dilindungi di dunia nyata. Hakikat negara kita adalah negara yang membangun, negara yang melayani rakyat, dan hak asasi manusia selalu menjadi tujuan pembangunan.
Setelah hampir 40 tahun berinovasi, Vietnam telah menjadi titik terang pertumbuhan di kawasan ASEAN dan dunia dengan banyak pencapaian luar biasa. Patut dicatat bahwa negara kita senantiasa menjunjung tinggi hak asasi manusia, terutama hak asasi manusia dalam proses transformasi digital; berupaya dan berinovasi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menjamin jaminan sosial.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)