Badai No. 3 Yagi meninggalkan dampak serius, tidak hanya di provinsi pegunungan utara seperti Thai Nguyen, Lao Cai, Cao Bang, Yen Bai ... tetapi juga menyebar ke Nam Dinh, Thai Binh, Hai Duong, Bac Ninh, pinggiran kota, dan pinggiran ibu kota Hanoi... Banyak tempat terendam banjir yang dalam, menyebabkan pemisahan dan isolasi. Banyak tempat lain mengalami kerusakan serius pada manusia dan properti.
Namun, di masa-masa sulit, semangat solidaritas bersinar terang, mengubah hati saudara-saudari senegara kita menjadi satu blok yang bersatu, bergandengan tangan untuk mengatasi kesulitan.
Mulai dari masyarakat umum, hingga lembaga, organisasi, perusahaan... dan orang-orang baik hati, semuanya beralih ke daerah-daerah terdampak banjir, menunjukkan semangat saling mengasihi dan mendukung di masa-masa sulit. Gambaran indah orang-orang yang berani menghadapi bahaya, mengarungi air, membalikkan keadaan, membantu para korban, dan tim penyelamat yang tiba tepat waktu di daerah banjir menghangatkan hati banyak orang.
Solidaritas seluruh negeri telah ditunjukkan dengan jelas dalam tindakan nyata. Mulai dari menyumbangkan makanan, kebutuhan pokok, dan perlengkapan hingga berpartisipasi langsung dalam upaya bantuan, membersihkan, dan memperbaiki rumah... semuanya menunjukkan solidaritas dan keberanian rakyat Vietnam.
Tak hanya masyarakat, para seniman pun turut berjasa, seperti: penyanyi Ngoc Son, seniman Truong Giang, aktris Ninh Duong Lan Ngoc, penyanyi Ha Anh Tuan, pasangan hiu Nguyen Hoa Binh - Phuong Oanh, penyanyi Hoa Minzy, streamer Do Mixi... dan masih banyak lagi seniman lainnya yang telah merintis dalam mendukung masyarakat Utara, menyebarkan pesan kasih sayang dan saling membantu.
Tindakan mulia Profesor Dr. Le Ngoc Thach - dosen tamu di Universitas Ilmu Pengetahuan Alam (Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh) - dengan membawa buku tabungan senilai 1 miliar VND ke kantor redaksi Surat Kabar Tuoi Tre untuk menyampaikan rasa cintanya kepada rakyat di Utara yang sedang menderita akibat badai dan banjir adalah bukti nyata dari semangat cinta kasih dan berbagi kesulitan rakyat Vietnam.
![]() |
Profesor Dr. Le Ngoc Thach membawa buku tabungannya untuk membantu warga di daerah terdampak banjir. Foto: An Vi |
Atau kisah mengharukan dari Ibu Vu Thi Phung, seorang warga suku Giay di Desa Ta Van Day 2, Kecamatan Ta Van (Sa Pa, Lao Cai), meski sudah tua renta dan badannya bungkuk, beliau tetap membawa sekarung beras ketan dari rumah untuk disumbangkan ke Serikat Perempuan membuat banh chung guna membantu masyarakat yang tertimpa banjir.
![]() |
Nyonya Vu Thi Phung mengunjungi para wanita yang membuat banh chung (Foto: phunuvietnam.vn). |
Tindakan mulia Bapak Phung bukan hanya berbagi, tetapi juga menjadi contoh cemerlang tentang semangat saling membantu dan cinta kasih terhadap sesama senegara, meskipun keadaan dirinya sendiri tidak begitu baik.
Di mana pun di Vietnam, mulai dari mereka yang punya uang untuk berdonasi, hingga mereka yang meluangkan waktu dan tenaga untuk membungkus banh chung, menyiapkan berbagai hidangan dari malam hingga pagi,... Semua itu menggambarkan semangat Vietnam yang gigih, teguh menghadapi kesulitan, bersatu, mendukung, dan saling mencintai. Dua kata "rekan senegara" memiliki makna sakral, yang menyatukan hati rakyat Vietnam di masa-masa sulit.
Pada saat yang sama, dari Utara ke Selatan, banyak bisnis ritel tidak takut kesulitan dalam mengangkut barang dengan harga yang stabil; serangkaian stasiun pengisian bahan bakar dengan cepat mengatasi dampaknya untuk mendukung orang-orang menghadapi badai dan perjalanan sukarelawan yang tak terhitung jumlahnya telah mengangkut barang-barang penting ke pusat banjir, dengan harapan dapat mendukung dan berbagi sebagian kesulitan dengan orang-orang di daerah yang dilanda badai dan banjir.
Lebih khusus lagi, di tengah badai dan banjir, citra prajurit Paman Ho kembali terukir dalam di hati rakyat karena mereka bekerja siang malam menyelamatkan rakyat. Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah berjuang melawan Badai Yagi, melindungi, dan mengevakuasi warga ke tempat aman. Banyak keringat dan tenaga tercurah. Ada orang-orang yang tetap bertahan di tengah badai dan banjir, sekaligus memastikan keselamatan rakyat selama Badai Yagi... Semua itu membuat citra indah para prajurit polisi, prajurit Paman Ho, semakin terpatri dalam hati rakyat Vietnam.
![]() |
Semangat solidaritas, kasih sayang, dan saling mendukung masyarakat Vietnam terlihat jelas saat badai No. 3. Foto: Quochoi.vn |
Begitulah orang Vietnam! Semakin sulit dan malang situasinya, semakin mereka bersatu. Semangat solidaritas dan ketahanan inilah yang telah membantu Vietnam mengatasi segala kesulitan. Badai dan banjir akan berlalu, kehidupan masyarakat akan berangsur-angsur kembali normal, tetapi semangat solidaritas, cinta, dan saling mendukung akan selalu menjadi sumber motivasi yang luar biasa, membantu negara kita mengatasi segala tantangan, membangun kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera.
Sumber: https://congthuong.vn/sang-len-tinh-than-doan-ket-giua-bon-be-bao-lu-345365.html
Komentar (0)