
Langkah ini diambil pada saat jumlah pengunjung internasional ke Korea Selatan kembali meningkat pesat, sehingga memberikan tekanan yang lebih besar pada sistem keamanan perkotaan di area wisata utama.
Menurut data dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga , dan Pariwisata Korea Selatan, pada kuartal pertama tahun 2026 saja, Korea Selatan menyambut sekitar 4,8 juta wisatawan internasional, meningkat 23% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Ini dianggap sebagai peningkatan terkuat sejak pandemi, yang mencerminkan pemulihan yang jelas dalam industri pariwisata dan permintaan perjalanan internasional.
Dengan latar belakang ini, Distrik Jung, yang merupakan rumah bagi banyak hotel besar, area perbelanjaan, dan tempat wisata populer di Seoul, menghadapi tekanan signifikan terkait manajemen keamanan pengunjung asing.
Buku panduan baru, yang diperkenalkan oleh pemerintah Kabupaten Jung pada tanggal 11 Mei, dirancang sebagai sistem panduan komprehensif, bukan hanya serangkaian pengumuman darurat individual seperti sebelumnya.
Panduan ini dirancang untuk mengatasi kendala bahasa dan prosedur administratif yang menyulitkan warga negara asing dalam situasi krisis.
Inisiatif ini menandai pergeseran signifikan dalam pemikiran manajemen perkotaan, bergerak menuju model respons bencana yang lebih personal, terutama bagi mereka yang tidak berbahasa Korea.
Menurut dokumen yang diterbitkan, panduan baru tersebut membagi respons bencana menjadi tiga fase utama: intervensi awal, dukungan logistik, dan kompensasi finansial.
Pada tahap awal, pihak berwenang akan dengan cepat mengumpulkan informasi penting tentang korban asing, seperti paspor, status visa, dan jadwal penerbangan. Data ini secara langsung dihubungkan dengan lembaga diplomatik untuk memfasilitasi komunikasi dan prosedur darurat.
Fase selanjutnya berfokus pada dukungan logistik, termasuk pengaturan akomodasi sementara, perawatan medis, dan dukungan psikologis. Secara khusus, penerjemah profesional akan ditempatkan di lokasi evakuasi untuk memastikan komunikasi yang tidak terputus.
Tahap terakhir melibatkan kompensasi finansial, di mana pemerintah berkoordinasi dengan lembaga pusat untuk menangani biaya medis, asuransi, dan pembayaran dukungan terkait lainnya.
Salah satu fitur penting dari panduan ini adalah persyaratan bahwa semua pengumuman darurat di Distrik Jung harus memiliki teks terjemahan bahasa Inggris, bukan hanya bahasa Korea seperti sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengunjung internasional dapat mengakses informasi dengan cepat dalam situasi berbahaya.
Selain itu, distrik tersebut akan menugaskan petugas khusus untuk membantu keluarga korban asing, khususnya dalam prosedur hukum dan repatriasi.
Motivasi utama pembuatan panduan ini berawal dari kebakaran hotel dahsyat di Sogong-dong, Distrik Jung, pada Maret 2026. Insiden tersebut mengakibatkan kematian empat turis asing dan evakuasi lebih dari 100 orang.
Selama penanggulangan krisis, otoritas lokal menghadapi kesulitan signifikan dalam berkoordinasi dengan kedutaan dan menangani prosedur terkait asuransi, repatriasi, dan dukungan untuk keluarga korban. Insiden ini dengan jelas menyoroti kesenjangan dalam sistem penanggulangan bagi warga asing di kota-kota besar.
Distrik Jung bukan hanya pusat administrasi dan komersial Seoul, tetapi juga rumah bagi banyak objek wisata populer. Peningkatan pesat jumlah pengunjung internasional telah menjadikan daerah ini tantangan signifikan bagi kebijakan keamanan perkotaan yang baru.
Menurut pihak berwenang setempat, standarisasi prosedur tanggap bencana khusus untuk warga negara asing diperlukan untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan koordinasi dalam keadaan darurat internasional.
Inisiatif ini juga memiliki signifikansi strategis dalam menjaga citra Seoul sebagai destinasi yang aman dan ramah bagi wisatawan global.
Di tengah kebangkitan kembali pariwisata internasional yang kuat, khususnya dengan peningkatan jumlah pengunjung sebesar 23%, Kabupaten Jung memimpin dalam mengembangkan model manajemen bencana yang terinternasionalisasi.
Panduan baru ini bukan hanya sekadar manual, tetapi juga langkah strategis untuk beradaptasi dengan realitas Seoul yang semakin global dan beragam.
Sumber: https://baovanhoa.vn/du-lich/seoul-ra-mat-cam-nang-ung-pho-tham-hoa-cho-du-khach-quoc-te-226983.html









Komentar (0)