Secara spesifik, menurut statistik Rumah Sakit Cho Ray, dalam 7 hari, dari 8 Februari (bulan lunar ke-29) hingga 14 Februari 2024 (hari ke-5 Tet), rumah sakit tersebut menerima 1.870 kasus gawat darurat, dengan rata-rata 267 kasus per hari. Dari jumlah tersebut, terdapat 723 kasus bedah.
Di antara kasus darurat tersebut, terdapat 362 kasus kecelakaan lalu lintas, 84 kasus kecelakaan rumah tangga, 33 kasus luka-luka, dan 14 kasus keracunan.
Dari tanggal 2 Februari (bulan lunar ke-23) hingga 14 Februari (hari ke-5 Tet), rumah sakit menerima 635 kasus kecelakaan lalu lintas, termasuk 2 kasus yang tercatat telah mengonsumsi alkohol.
Selama liburan 7 hari, Rumah Sakit Cho Ray menerima 1.870 kasus darurat.
Selama libur Tet 7 hari, dokter melakukan 270 operasi darurat, dengan rata-rata 39 operasi per hari. Jumlah operasi tertinggi terdapat di Departemen Ortopedi dengan 63 operasi, diikuti oleh Departemen Neurologi dengan 57 operasi, Departemen Bedah Digestif (56 operasi), dan Departemen THT (28 operasi)...
Terkait perawatan rawat inap, selama jeda 7 hari, rumah sakit mencatat 1.634 rawat inap, dengan rata-rata 233 kasus/hari. Hingga pukul 07.00 tanggal 15 Februari, jumlah kumulatif pasien yang dirawat di rumah sakit adalah 1.404 kasus.
Lebih dari 6.000 pengemudi melanggar konsentrasi alkohol pada hari ke-4 Tet
Selama liburan Tet selama 7 hari, rumah sakit menggunakan 597 unit darah (350 ml) untuk ditransfusikan kepada pasien. Hingga pagi hari tanggal 15 Februari, jumlah darah yang disimpan di rumah sakit mencapai 4.230 unit.
Dibandingkan dengan libur Tahun Baru Imlek (20-26 Januari 2023), jumlah pasien gawat darurat di RS Cho Ray menurun 20 kasus, jumlah pasien yang dirujuk untuk operasi gawat darurat meningkat 3 kasus, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun 15,6%, jumlah kecelakaan rumah tangga menurun 7,7%, jumlah korban luka menurun 29,8%, dan jumlah kasus keracunan menurun 22,2%. Total jumlah operasi gawat darurat meningkat 5,1%.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)