Jenderal Abdel Fattah al-Burhan telah meminta masyarakat internasional untuk menetapkan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter sebagai organisasi teroris dan mengambil tindakan terhadap sponsornya di luar perbatasan Sudan.
Bapak Burhan mengatakan pihak oposisi mencari dukungan dari penjahat dan kelompok teroris. Ia juga mengisyaratkan hubungan mereka dengan kelompok tentara bayaran Wagner. Ia mengatakan ada keterlibatan regional dan internasional yang "jelas" dalam mendukung kelompok-kelompok ini.
Jenderal Abdel Fattah al-Burhan berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 21 September 2023. Foto: Reuters
Sementara itu, pemimpin RSF Mohamed Hamdan Dagalo mengatakan dalam pesan video bahwa pasukannya sepenuhnya siap untuk gencatan senjata dan pembicaraan politik yang komprehensif untuk mengakhiri konflik.
Kedua belah pihak saling menyalahkan karena memulai perang pada pertengahan April di Khartoum dan menyebar ke wilayah lain negara itu, termasuk wilayah Darfur barat, menewaskan lebih dari 7.500 orang dan membuat 5 juta orang mengungsi, serta mengganggu stabilitas kawasan.
"Hari ini kami memperbarui komitmen kami terhadap proses perdamaian untuk mengakhiri perang ini," ujar Dagalo dalam video tersebut. "RSF sepenuhnya siap untuk gencatan senjata di seluruh Sudan guna memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan... dan dimulainya negosiasi politik yang serius dan komprehensif."
"Kami masih berjuang untuk perdamaian, untuk mengakhiri perang ini dan penderitaan rakyat kami," kata Burhan, seraya menambahkan bahwa militer Sudan tetap berkomitmen untuk menarik diri dari politik selama masa transisi menuju pemerintahan sipil.
Hoang Nam (menurut PBB, Reuters)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)