Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

'Perisai' ekonomi baru

Kepanikan pasar energi sekali lagi mengungkap kelemahan mendasar ekonomi global: ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dalam konteks ini, kendaraan listrik muncul sebagai "perisai" ekonomi baru, dan Vietnam adalah contoh yang patut diperhatikan.

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế29/03/2026

P5.13(V) - OK “Tấm khiên” kinh tế mới

Menurut laporan dari Ember, sebuah organisasi riset dan konsultasi energi nirlaba yang berbasis di Inggris, kendaraan listrik akan membantu menghemat sekitar 1,7 juta barel minyak per hari pada tahun 2025. Angka ini tidak hanya memiliki signifikansi lingkungan tetapi juga secara langsung mengurangi tekanan pada impor energi dalam konteks harga minyak yang berfluktuasi yang dipengaruhi oleh geopolitik .

Perlu dicatat, negara-negara berkembang bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan. Di Vietnam, proporsi kendaraan listrik dalam penjualan mobil baru diproyeksikan mencapai 38% pada tahun 2025, melebihi rata-rata Eropa sebesar 26% dan jauh lebih tinggi daripada AS (10%) atau Jepang (3%). Keunggulan Vietnam, bersama dengan Thailand (21%) dan Indonesia (15%), terletak pada kemampuannya untuk merangkul teknologi, bebas dari kendala infrastruktur yang ketinggalan zaman, di tengah meningkatnya permintaan kendaraan pribadi.

Laporan Ember menunjukkan bahwa peningkatan ini semakin didorong oleh terobosan teknologi yang signifikan. Hanya dalam empat tahun sejak krisis energi 2022, harga baterai telah turun sebesar 36%, menjadikan kendaraan listrik bukan lagi pilihan mewah tetapi mendekati harga pembelian awal yang sama dengan mobil bertenaga bensin. Lebih lanjut, faktor kunci yang berkontribusi pada kelayakan ekonomi yang lebih besar dari kendaraan listrik adalah perbedaan biaya operasional jangka panjang.

Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar bensin yang bergantung pada bahan bakar impor, kendaraan listrik memungkinkan penggunaan listrik dari jaringan listrik domestik, dengan tenaga surya dan angin yang semakin terjangkau. Harga panel surya telah turun setengahnya sejak tahun 2022, membantu menstabilkan biaya energi dalam jangka panjang.

Dengan Asia mengimpor hingga 40% minyaknya melalui Selat Hormuz, peralihan ke kendaraan listrik bukan lagi pilihan konsumen tetapi sebuah kebutuhan untuk keamanan energi. Menurut Ember, jika elektrifikasi transportasi dipercepat, permintaan minyak untuk transportasi dapat berkurang sepertiga, setara dengan penghematan sekitar $600 miliar per tahun secara global.

Oleh karena itu, pertumbuhan pesat Vietnam bukan hanya sekadar cerita pasar, tetapi mencerminkan pilihan strategis. Karena energi terkait erat dengan stabilitas ekonomi, kendaraan listrik bergeser dari "tren" menjadi "alat pertahanan" terhadap guncangan harga minyak yang semakin tidak terduga.

Sumber: https://baoquocte.vn/tam-khien-kinh-te-moi-373397.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Kota

Kota

Warna-warna Kepulauan Selatan

Warna-warna Kepulauan Selatan

Membuat bendera

Membuat bendera