Ini adalah satu-satunya pos perbatasan yang tetap beroperasi sejak konflik perbatasan antara kedua negara pecah.
Menteri Informasi Kamboja Neth Pheaktra membenarkan bahwa personel militer telah kembali dengan selamat. Upacara penyerahan berlangsung di hadapan pengamat ASEAN dan Komite Internasional Palang Merah.
Akhirnya, Thailand membebaskan 18 tentara Kamboja! Hari ini adalah hari bersejarah! pic.twitter.com/Cbk6MXFTH1
Video tersebut menunjukkan warga Kamboja menyambut kepulangan 18 tentara.
Kementerian Pertahanan Kamboja menegaskan bahwa semua saluran diplomatik dan kerangka hukum kemanusiaan internasional telah digunakan untuk mempertemukan kembali para tentara dengan keluarga mereka.
Kelompok tahanan ini telah ditahan selama 155 hari di Thailand, setelah ditangkap dalam bentrokan di provinsi Preah Vihear pada bulan Juli. Sebelumnya, Thailand telah membebaskan dua dari mereka karena alasan kesehatan.
Pemulangan tersebut terjadi tak lama setelah kedua pihak mencapai kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada 27 Desember, di mana Thailand berkomitmen untuk membebaskan tahanan jika kesepakatan tersebut dipertahankan selama 72 jam. Namun, pada 30 Desember, Kementerian Luar Negeri Thailand mengumumkan penundaan pemulangan tersebut untuk ditinjau kembali.
Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan pertukaran tahanan tersebut bertujuan untuk "menunjukkan niat baik dan membangun kepercayaan" antara kedua belah pihak. Konflik perbatasan, yang kembali memanas pada awal Desember, telah menyebabkan setidaknya 101 orang tewas dan lebih dari setengah juta orang di kedua belah pihak mengungsi.
Sumber: https://congluan.vn/thai-lan-trao-tra-18-binh-si-campuchia-sau-thoa-thuan-ngung-ban-10325007.html








Komentar (0)