
Menurut Renewable Energy World, proyek Marmok Atlantic telah berhasil memasang prototipe konverter energi gelombang terapung (WEC) di lokasi uji Biscay Marine Energy Platform (BiMEP) di lepas pantai Bilbao, Spanyol. Prototipe yang diberi nama Marmok-A-5 dan dikembangkan oleh Idom ini adalah WEC pertama yang terhubung ke jaringan listrik melalui pelampung terapung. Ini adalah salah satu dari tiga proyek energi gelombang di bawah program penelitian EuropeWave Uni Eropa.
Struktur utama Marmok adalah pelampung yang berisi kolom air silindris di dalamnya. Seluruh perangkat memiliki tinggi 42 meter, dengan bagian sepanjang 5 meter dan berdiameter 5 meter yang menonjol di atas air dan ditambatkan ke dasar laut pada kedalaman hampir 90 meter. Selama beroperasi, gelombang laut mendorong pelampung, menyebabkan kolom air di dalamnya bergerak relatif terhadap pelampung. Gerakan ini bertindak seperti piston, menekan dan mengembangkan ruang udara di bagian atas pelampung. Aliran udara yang berosilasi memutar turbin, menghasilkan listrik yang ditransmisikan ke darat melalui kabel bawah laut.
Versi-versi sebelumnya dari Marmok telah digunakan sejak tahun 2016. Versi terbaru ini menawarkan sistem kontrol cerdas, baling-baling yang dapat disesuaikan, dan paket baterai terintegrasi, yang bertujuan untuk menunjukkan potensinya dalam pembangkitan energi lepas pantai dalam kondisi nyata.
Menurut New Atlas, Marmok-A-5 hanya dapat menghasilkan daya listrik maksimal 30 kW, cukup untuk memasok listrik bagi 15-20 rumah tangga di AS. Setelah Marmok-A-5 berhasil dipasang dan terhubung ke jaringan listrik, tugas selanjutnya adalah mengoperasikannya secara penuh. Data yang dikumpulkan dari pengujian akan membantu merencanakan fase selanjutnya dalam penyempurnaan teknologi sebelum komersialisasi dan penyebaran luas. Dalam beberapa minggu mendatang, Idom akan menguji sistem penggerak daya (PTO) Marmok-A-5 dan meningkatkan pengoperasiannya untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi.
Ini bukan satu-satunya perangkat konversi energi gelombang di laut. Pada tahun 2024, Universitas Western Australia juga menguji desain WEC (Wave Energy Converter) besar yang terdiri dari rangka baja yang dipasang pada empat pelampung apung. Tantangan utama bagi para peneliti adalah membangun sistem yang dapat diskalakan, tahan terhadap kondisi lepas pantai yang keras, mudah dirawat, hemat biaya, dan meminimalkan dampak pada ekosistem laut.
( Menurut vnexpress.net )
Sumber: https://baodongthap.vn/thiet-bi-noi-chuyen-doi-song-bien-thanh-dien-a241130.html








Komentar (0)