Meningkatnya prevalensi wasir pada usia muda berkaitan erat dengan gaya hidup modern yang tidak sehat. Kebiasaan yang tampaknya tidak berbahaya seperti duduk terlalu lama, kurang olahraga, pola makan yang buruk , dan menahan buang air besar dalam waktu lama secara diam-diam meningkatkan risiko terkena penyakit ini.
Wasir adalah salah satu penyakit anorektal yang paling umum saat ini. Kondisi ini terjadi ketika pleksus vena di daerah anorektal mengalami pelebaran dan pembesaran yang berlebihan, membentuk benjolan wasir.
Penderita wasir sering mengalami gejala seperti:
- Nyeri dan rasa terbakar di anus.
- Pendarahan saat buang air besar.
- Sembelit kronis.
- Wasir prolaps.
- Rasa gatal dan tidak nyaman di area anus.
Pada tahap awal, kondisi ini mungkin hanya menyebabkan ketidaknyamanan ringan. Namun, jika tidak diobati, dapat menyebabkan anemia, infeksi, wasir trombosis, dan sangat memengaruhi kualitas hidup.
7 alasan mengapa wasir semakin umum terjadi di kalangan anak muda.
Alasan utama meningkatnya prevalensi wasir di kalangan anak muda adalah karena perubahan gaya hidup dan pola makan.
1. Kurang berolahraga, duduk dalam waktu lama.
Ini adalah faktor risiko paling umum untuk mengembangkan wasir. Banyak anak muda menghabiskan sebagian besar waktu mereka duduk saat belajar, bekerja di komputer, atau menggunakan ponsel mereka dalam waktu yang lama. Duduk yang berkepanjangan ini meningkatkan tekanan pada area anus-rektum, menghambat aliran darah dan membuat pembuluh darah wasir lebih rentan terhadap pelebaran.
Secara khusus, pekerja kantoran, pengemudi, dan pelajar berisiko tinggi terkena penyakit ini karena duduk terlalu lama dan kurangnya aktivitas fisik.
2. Mengonsumsi terlalu sedikit serat
Pola makan yang kurang sayuran hijau dan buah-buahan dapat mengganggu fungsi pencernaan, sehingga mudah menyebabkan sembelit. Saat sembelit, pasien sering mengejan saat buang air besar, yang meningkatkan tekanan pada pembuluh darah anus seiring waktu. Ini merupakan faktor penyebab terbentuknya wasir.
Saat ini, banyak anak muda cenderung mengonsumsi makanan cepat saji, makanan gorengan, dan makanan olahan, tetapi mereka kekurangan serat yang sangat penting bagi tubuh mereka.

Pola makan yang kurang mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan menyebabkan fungsi sistem pencernaan yang tidak efisien.
3. Kurang minum air
Air memainkan peran penting dalam fungsi sistem pencernaan. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, tinja menjadi kering dan keras, sehingga menyulitkan buang air besar.
Banyak anak muda memiliki kebiasaan minum terlalu sedikit air, dan lebih memilih minuman manis, teh susu, atau kopi. Hal ini tidak hanya meningkatkan risiko sembelit tetapi juga berdampak negatif pada kesehatan usus.
4. Terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas dan minum alkohol.
Makanan pedas dan berbumbu kuat, atau sering mengonsumsi alkohol, dapat mengiritasi lapisan saluran pencernaan, mengganggu pergerakan usus.
Jika kondisi ini berlanjut, akan meningkatkan tekanan pada area anus dan rektum serta mempercepat perkembangan wasir.
5. Kebiasaan menahan diri untuk tidak pergi ke toilet.
Banyak orang, karena jadwal kerja yang sibuk atau keengganan untuk menggunakan toilet umum, sering kali menahan diri untuk tidak buang air besar.
Menahan buang air besar menyebabkan tinja tetap berada di usus untuk waktu yang lebih lama, menjadi kering dan keras, yang menyebabkan sembelit. Ini adalah salah satu penyebab tersembunyi yang meningkatkan risiko wasir pada kaum muda.
7. Bersikap acuh tak acuh dan enggan memeriksakan diri ke dokter.
Salah satu masalah yang mengkhawatirkan adalah bahwa kaum muda sering meremehkan atau merasa malu ketika gejala wasir muncul. Karena ini adalah area yang sensitif, banyak orang mengobati sendiri atau menahan rasa sakit untuk waktu yang lama daripada mencari perhatian medis dari spesialis. Hal ini menyebabkan penyakit memburuk, menyebabkan lebih banyak rasa sakit dan membuatnya lebih sulit untuk diobati.
Dokter memperingatkan bahwa tidak semua kasus pendarahan dubur disebabkan oleh wasir. Beberapa kondisi berbahaya seperti polip dubur, kolitis ulseratif, atau kanker kolorektal juga dapat menyebabkan gejala serupa. Oleh karena itu, pasien sama sekali tidak boleh lengah ketika mengalami gejala yang tidak biasa di area anus.
Bagaimana wasir memengaruhi kesehatan?
Selain menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari, wasir kronis juga dapat menyebabkan banyak komplikasi seperti:
Anemia kronis akibat pendarahan berkepanjangan. Radang anus. Wasir trombosis yang menyebabkan nyeri hebat. Wasir prolaps dan strangulasi. Dampak pada psikologi dan kualitas hidup. Banyak pasien merasa minder, menghindari interaksi sosial, atau membatasi gerakan karena nyeri dan ketidaknyamanan yang berkepanjangan.
Untuk mencegah wasir, para ahli menyarankan untuk mengadopsi gaya hidup sehat dan menjaga kebiasaan sehari-hari yang berdasarkan ilmu pengetahuan.
- Tingkatkan jumlah serat dalam makanan Anda.
Anda sebaiknya mengonsumsi banyak sayuran hijau, buah-buahan segar, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan. Serat membantu melunakkan tinja, mendukung pencernaan, dan mengurangi risiko sembelit.
- Minumlah air yang cukup.
Setiap orang sebaiknya minum sekitar 1,5-2 liter air per hari untuk menjaga fungsi pencernaan tetap normal.
- Berolahraga secara teratur
Melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari membantu meningkatkan motilitas usus dan memperbaiki sirkulasi darah di area anus-rektum. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, yoga, atau berenang semuanya bermanfaat bagi kesehatan.
- Jangan duduk terlalu lama.
Jika Anda bekerja di kantor, Anda sebaiknya berdiri dan bergerak setiap 45-60 menit untuk mengurangi tekanan pada area anus.
- Batasi konsumsi alkohol dan makanan pedas.
Mengurangi konsumsi makanan berlemak, makanan pedas, dan membatasi penggunaan alkohol dapat membantu melindungi sistem pencernaan dengan lebih baik.
- Jangan ragu untuk pergi ke toilet.
Penting untuk membiasakan diri buang air besar secara teratur, menghindari menahan buang air besar atau duduk terlalu lama di toilet. Wasir sepenuhnya dapat dicegah jika setiap orang menjaga gaya hidup sehat dan proaktif mencari pertolongan medis sejak dini ketika mengalami gejala yang tidak biasa.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/thoi-quen-xau-khien-benh-tri-ngay-cang-tre-hoa-169260522120952703.htm








Komentar (0)