Industri susu menghadapi kebutuhan untuk berinovasi dalam rantai pasokannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri susu Vietnam telah mencapai kemajuan yang luar biasa, tidak hanya dalam hal ukuran pasar tetapi juga dalam kualitas produk, kapasitas produksi, dan akses ke standar internasional.
Bersamaan dengan itu, sektor-sektor seperti es krim, bubble tea, dan minuman modern juga mengalami pertumbuhan yang kuat, berkontribusi pada perluasan ekosistem konsumen dan peningkatan nilai bagi industri.
Namun, di samping peluang tersebut, muncul pula tantangan yang semakin signifikan terkait persyaratan kualitas, keamanan pangan, ketelusuran, dan pembangunan berkelanjutan.

Dr. Tran Quang Trung, Ketua Asosiasi Industri Susu Vietnam, menyampaikan pidato.
Dengan latar belakang tersebut, pada tanggal 28 Mei, Asosiasi Industri Susu Vietnam, bekerja sama dengan Perusahaan Gabungan Pameran dan Periklanan Vietnam, meresmikan serangkaian pameran termasuk Pameran Susu dan Produk Susu Internasional ke-5 di Vietnam (Vietnam Dairy 2026), Pameran Es Krim Vietnam, dan Pameran Inovasi Teh Susu dan Minuman Vietnam.
Dengan tema "Rantai Nilai Industri Susu: Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan," acara ini mempertemukan ratusan bisnis, merek, dan organisasi dari berbagai negara seperti Belanda, Selandia Baru, Swedia, Irlandia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Australia, Prancis, Tiongkok, dan Vietnam.
Mencakup area seluas kurang lebih 4.000 m² dengan 250 stan, pameran tahun ini tidak hanya mencerminkan skala industri susu yang terus berkembang, tetapi juga menunjukkan pergeseran kuat seluruh industri menuju model pengembangan yang berbasis pada teknologi, data, standar internasional, dan konsumsi berkelanjutan.
Pameran ini berfungsi sebagai jembatan bagi bisnis domestik dan internasional untuk meningkatkan perdagangan, mengakses teknologi baru, dan memperluas pasar mereka.
Transformasi digital dan pembangunan hijau telah menjadi tren dominan.

Para delegasi memotong pita untuk secara resmi membuka pameran tersebut.
Dr. Tran Quang Trung, Ketua Asosiasi Industri Susu Vietnam, menyatakan bahwa tren konsumen global dan domestik sedang mengalami perubahan mendalam, di mana konsumen tidak hanya menuntut produk yang bergizi dan aman, tetapi juga memperhatikan apakah proses produksinya ramah lingkungan.
Oleh karena itu, Vietnam Dairy 2026 diharapkan menjadi landasan untuk membantu bisnis-bisnis Vietnam mendapatkan akses yang lebih dalam ke teknologi pengurangan emisi bersih dan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular mulai dari peternakan hingga pengemasan, guna mewujudkan tujuan Net Zero pemerintah.
Vietnam Dairy 2026 mencatat ekspansi yang mengesankan dengan partisipasi 250 stan dari negara dan wilayah dengan industri susu yang maju seperti Selandia Baru, Taiwan (China), Australia, Jepang, bersama dengan banyak merek besar Vietnam.
Vietnam Dairy 2026 bukan hanya tempat untuk memamerkan dan memperkenalkan produk, tetapi juga forum berteknologi tinggi yang membentuk tren konsumen yang sehat dan mempromosikan model peternakan dan pengolahan susu yang ramah lingkungan, dengan tujuan mencapai emisi nol bersih.
Salah satu fitur unik dari edisi ke-5 pameran ini adalah kehadiran simultan ruang khusus termasuk Pameran Es Krim Vietnam dan Pameran Teh Susu dan Minuman Modern. Kombinasi ini memberikan gambaran komprehensif dan beragam tentang rantai nilai industri minuman berbasis bahan baku susu, yang memenuhi pertumbuhan pesat pasar konsumen modern.
Panitia penyelenggara akan berkolaborasi dengan badan pengatur dan lembaga penelitian untuk mengadakan serangkaian lokakarya tematik mendalam. Topik utama meliputi penyebaran standar teknis Vietnam untuk produk susu olahan, membahas peran susu dalam gizi sekolah, dan menerapkan teknologi tinggi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam peternakan sapi perah berkelanjutan.
Lokakarya ini diharapkan dapat menghilangkan banyak hambatan kebijakan dan teknis, serta membantu bisnis domestik untuk lebih mendekati standar keselamatan dan transparansi internasional.

Sejumlah besar delegasi, pakar, dan pengunjung dari dalam dan luar negeri menghadiri pameran tersebut.
Selain menargetkan bisnis, pameran tahun ini juga mempromosikan kegiatan pengalaman dan pendidikan masyarakat. Serangkaian kegiatan seperti "Jalan Es Krim," "Jalan Teh Susu," zona pengalaman produk susu, area bermain "Peternakan Bahagia," konseling nutrisi, dan program "Tukar Karton Kertas dengan Hadiah Ramah Lingkungan" menarik banyak konsumen dan anak-anak.
Pameran ini akan tetap dibuka untuk umum secara gratis hingga 31 Mei 2026.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/thuc-day-chuyen-doi-xanh-and-so-hoa-nganh-sua-viet-1692605281740268.htm








Komentar (0)