Kurangnya interaksi keluarga menyebabkan sebagian anak muda merasa kesepian, kurang komunikatif, dan semakin menarik diri dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Nguyen Minh Khang, seorang siswa kelas 10 di Sekolah Menengah Praktik Keguruan (Kelurahan Tam Hiep), berbagi: “Orang tua saya sering lembur, terkadang kami hanya makan bersama satu atau dua kali seminggu. Seringkali saya ingin bercerita kepada mereka tentang sekolah dan teman-teman saya, tetapi saya tidak tahu harus berbicara dengan siapa. Saya hanya berharap kami memiliki lebih banyak waktu untuk duduk dan berbicara sebagai keluarga.”
Selain perasaan kekurangan seseorang untuk berbagi, beberapa siswa juga melaporkan bahwa kehadiran orang tua mereka yang jarang di rumah membuat mereka lebih cenderung mengurus diri sendiri, mulai dari belajar hingga kehidupan sehari-hari. Meskipun ini membantu mereka menjadi lebih mandiri, hal ini juga menimbulkan risiko karena kurangnya bimbingan dan pengingat tepat waktu dari keluarga mereka.
Dari sudut pandang sekolah, Ibu Tran Khanh Vy, seorang guru sekolah dasar di Sekolah Bilingual Lac Hong (Kelurahan Tran Bien), mengatakan: "Kami telah memperhatikan bahwa banyak siswa menjadi pendiam, ragu untuk berbagi, atau mudah terpengaruh secara psikologis ketika mereka kurang mendapat perhatian dari keluarga mereka. Sekolah tidak dapat menggantikan peran orang tua, tetapi dapat mendampingi dan mendukung mereka sampai batas tertentu."
Menurut Ibu Vy, solusi pertama adalah memperkuat hubungan antara sekolah dan orang tua. Melalui pertemuan orang tua-guru, saluran komunikasi daring, atau diskusi pribadi, guru dapat segera memahami situasi siswa dan kemudian berkoordinasi dengan keluarga untuk memberikan dukungan. Bahkan jika orang tua hanya meluangkan waktu untuk melakukan percakapan singkat dengan guru untuk memahami situasi anak-anak mereka, hal itu akan sangat membantu dalam mendukung mereka.
Selain itu, sekolah juga mempromosikan kegiatan konseling psikologis sekolah, menciptakan ruang bagi siswa untuk berbagi dan melepaskan emosi mereka. Namun, solusi inti tetap terletak pada keluarga. Terlepas dari jadwal yang sibuk, orang tua masih dapat menjaga hubungan dengan anak-anak mereka melalui tindakan kecil seperti: makan bersama, mengobrol beberapa menit setiap hari, atau sekadar mengirim pesan singkat untuk menanyakan kabar mereka. Bahkan tindakan perhatian yang singkat namun konsisten akan membantu anak-anak merasa dicintai dan didukung oleh orang tua mereka.
Le Duy
Sumber: https://baodongnai.com.vn/dong-nai-cuoi-tuan/202603/tieng-long-cua-con-7fd00ca/






Komentar (0)