![]() |
| Duta Besar Timor Leste untuk Vietnam, João Pereira, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya Hari Kemerdekaan dan prospek kerja sama antara Timor Leste dan Vietnam di masa depan. |
Dalam rangka peringatan 24 tahun Hari Kemerdekaan Timor Leste (20 Mei 2002 - 20 Mei 2026), Duta Besar Timor Leste untuk Vietnam, João Pereira, memberikan wawancara kepada surat kabar World and Vietnam , berbagi tentang perjalanan pembangunan negara tersebut setelah lebih dari dua dekade memperoleh kembali kedaulatannya , dan menyampaikan harapannya untuk kerja sama di masa depan antara Timor Leste dan Vietnam.
Mengenang 24 tahun sejak memperoleh kembali kemerdekaan, Duta Besar João Pereira dengan penuh emosi menegaskan bahwa tanggal 20 Mei memiliki makna yang sangat sakral bagi rakyat Timor Leste, menandai momen ketika bangsa ini secara resmi memasuki babak baru setelah bertahun-tahun mengalami perang dan kehilangan.
Menurut Duta Besar, Timor Leste mendeklarasikan kemerdekaan pada 28 November 1975, tetapi kemudian mengalami konflik selama 24 tahun sebelum secara resmi memulihkan kemerdekaannya pada 20 Mei 2002, dengan dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Duta Besar João Pereira menekankan bahwa membangun negara yang "merdeka, demokratis, dan damai" adalah pencapaian terbesar rakyat Timor-Leste setelah puluhan tahun berjuang untuk kebebasan dan kedaulatan nasional.
Dalam menyampaikan informasi mengenai situasi sosial-ekonomi , Duta Besar menyatakan bahwa Timor Leste telah mencapai banyak hasil positif dalam pembangunan nasionalnya. Secara khusus, pada akhir tahun 2023, perekonomian mencatat tingkat pertumbuhan PDB sekitar 4,5%, sementara tingkat kemiskinan menurun hingga di bawah 30% dari populasi.
Ia juga menyoroti perubahan signifikan dalam infrastruktur, mencatat bahwa 100% penduduk Timor-Leste kini memiliki akses listrik, dibandingkan dengan hanya sekitar 30% pada tahun 1990-an.
Mengenai kerja sama dengan Vietnam, Duta Besar João Pereira sangat mengapresiasi peran Viettel Group melalui merek Telemor di Timor Leste. Menurut Duta Besar, jaringan telekomunikasi ini saat ini mencakup sekitar 96% penduduk, berkontribusi dalam mempromosikan konektivitas dan pengembangan ekonomi digital di negara Asia Tenggara ini.
"Hubungan kerja sama dengan Vietnam telah memberikan kontribusi yang sangat positif bagi pembangunan Timor Leste," tegas Duta Besar tersebut.
Menurut Duta Besar João Pereira, kedua negara masih memiliki banyak ruang untuk kerja sama di berbagai bidang seperti pertanian, perikanan, minyak dan gas, pertambangan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pelatihan sumber daya manusia.
Ia menyatakan bahwa Timor Leste ingin belajar dari pengalaman pembangunan Vietnam, khususnya di bidang pertanian berteknologi tinggi dan pengembangan industri.
Duta Besar tersebut juga mengungkapkan bahwa Timor Leste saat ini sedang berdiskusi dengan Vietnam tentang kemungkinan mengirim pekerja untuk bekerja di kawasan industri Vietnam, termasuk provinsi Bac Ninh. Menurutnya, ini akan menjadi kesempatan bagi pekerja Timor Leste untuk mengakses lingkungan produksi modern dan mendapatkan pengalaman sebelum kembali berkontribusi bagi tanah air mereka.
Menekankan kesamaan antara kedua negara, Duta Besar João Pereira menyampaikan bahwa Vietnam dan Timor Leste memiliki sejarah perjuangan kemerdekaan nasional yang sama dan telah mengalami banyak pengorbanan dalam perang. Menurutnya, sejarah bersama dan aspirasi untuk pembangunan ini merupakan fondasi penting bagi kedua negara untuk terus membina hubungan persahabatan di masa depan.
Duta Besar menyampaikan harapannya bahwa pembukaan Kedutaan Besar Vietnam di Timor Leste akan menciptakan dorongan lebih lanjut untuk mempromosikan hubungan bilateral, memperluas pertukaran antar masyarakat, memperkuat hubungan bisnis, dan meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Terkait proses integrasi regional, Duta Besar João Pereira menegaskan bahwa Timor Leste ingin memberikan kontribusi positif kepada ASEAN setelah menjadi anggota ke-11 blok tersebut.
Menurutnya, negara tersebut sedang mempersiapkan diri untuk perannya sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2029, sekaligus bertujuan untuk berkontribusi pada Visi Komunitas ASEAN 2045 melalui nilai-nilai perdamaian, kerja sama, dan pembangunan berkelanjutan.
Sumber: https://baoquocte.vn/timor-leste-danh-dau-24-nam-doc-lap-bang-khat-vong-phat-trien-va-hoi-nhap-396317.html








Komentar (0)