Pada tanggal 13 Mei, Washington Post melaporkan, mengutip konten yang sebelumnya belum dipublikasikan dari dokumen rahasia AS yang bocor di platform media sosial Discord, bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah membuat beberapa usulan berani terkait konflik dengan Rusia.
Dokumen-dokumen rahasia tersebut disusun oleh intelijen AS, dengan informasi yang diperoleh dari diskusi internal antara Presiden Zelensky dan para ajudan senior serta komandan militer.

Presiden Zelensky mengunjungi kota Kherson pada tahun 2022.
Dalam sebuah pertemuan pada akhir Januari, Zelensky menyarankan agar Ukraina menyerang Rusia dan mengirim pasukan darat untuk "menduduki kota-kota Rusia yang tidak disebutkan di perbatasan" untuk mendapatkan pengaruh di meja perundingan.
Dalam pertemuan pada akhir Februari dengan Panglima Tertinggi Valery Zaluzhny, Zelenskyy menyatakan keprihatinannya bahwa Ukraina kekurangan rudal jarak jauh untuk menyerang pasukan Rusia yang ditempatkan di Rusia. Zelenskyy menyarankan agar Ukraina menyerang posisi di wilayah Rostov Rusia yang berbatasan dengan Ukraina menggunakan pesawat tanpa awak (UAV).
Dalam pertemuan lain pada pertengahan Februari dengan Wakil Perdana Menteri Yuliya Svrydenko, Presiden Zelenskyy mengusulkan agar Ukraina meledakkan pipa minyak Druzhba yang membentang dari Rusia ke Hongaria dan menghancurkan industri Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban.
Para pejabat intelijen AS mengakui bahwa Zelensky telah menyatakan kemarahannya terhadap Hongaria dan mungkin telah membuat ancaman yang berlebihan dan tidak berarti. Hongaria adalah anggota NATO dan Uni Eropa, tetapi Perdana Menteri Viktor Orban diyakini memiliki hubungan dekat dengan Moskow.
Pentagon belum membantah keaslian dokumen rahasia tersebut. Rusia belum menanggapi laporan The Washington Post .
Dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post di Kyiv, Presiden Zelenskyy membantah informasi tersebut, menyebutnya sebagai berita palsu. Pemimpin tersebut menegaskan bahwa Ukraina berhak menggunakan taktik non-konvensional untuk membela negaranya, tetapi menekankan bahwa "tidak ada seorang pun di negara kita yang diperintahkan untuk menyerang wilayah Rusia."
Pasokan rudal jarak jauh ke Ukraina merupakan isu sensitif karena Barat khawatir Kyiv akan menggunakan senjata-senjata ini untuk menyerang wilayah Rusia, yang akan meningkatkan konflik. Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengkonfirmasi pada 12 Mei bahwa Inggris telah memasok Ukraina dengan rudal jarak jauh Storm Shadow untuk pertahanan diri, tetapi senjata-senjata ini hanya boleh digunakan di dalam wilayah kedaulatan Ukraina.
Tautan sumber







Komentar (0)