Tim nasional Indonesia akan berkumpul untuk mempersiapkan pertandingan persahabatan melawan Turkmenistan pada 8 September di Jakarta. Sebanyak 24 pemain telah dipanggil, sebagian besar merupakan pemain kunci dari klub-klub di kejuaraan nasional Indonesia.
Melawan tim peringkat 138 dunia , yang baru saja kalah telak dari Malaysia di kualifikasi Piala Asia beberapa waktu lalu, Indonesia diharapkan menang.
Namun untuk meraih kemenangan, pelatih Shin Tae-yong beserta para asistennya menilai para pemainnya perlu mengubah sikap dan pola pikir saat bermain sepak bola. Sebab, menurut pelatih ini, di tim tuan rumah, banyak pemain Indonesia yang memiliki pola pikir "memberi hak pada diri sendiri untuk bermain kalau mau, atau jalan kalau mau".
Pelatih Shin Tae-yong ingin para pemain berusaha lebih keras.
Pesan tersebut disampaikan oleh asistennya, Nova Arianto. Sang pelatih berkata: “ Para pemain harus mau bekerja keras untuk tim mereka. Mereka perlu banyak berlari. Melihat para pemain Indonesia, tampaknya mereka sering mencari kenyamanan saat bermain untuk klub mereka. Jika mereka ingin berlari, maka berlarilah. Jika mereka merasa lelah, maka berjalanlah.”
Cara bermain seperti itu menghalangi pemain untuk mencapai potensi penuh mereka. Staf pelatih berpikir mereka harus berani menantang diri sendiri untuk meningkatkan kemampuan mereka, mereka harus menemukan batas mereka, alih-alih hanya bermain seperti itu.
Menurut asisten pelatih Arianto, para pemain timnas U-23 Indonesia telah belajar banyak dari Shin Tae-yong selama berlaga di turnamen U-23 Asia Tenggara 2023, terutama semangat juang. Namun, staf pelatih khawatir ketika mereka kembali ke klub asal, mereka akan kehilangan posisi mereka.
"Yang kami khawatirkan adalah ketika pemain kembali ke klub, mereka sering kehilangan akal sehat. Berusahalah sebaik mungkin. Jangan lupa untuk tetap bersikap baik," saran Pak Arianto.
(Sumber: Tien Phong)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)