
Profesor Madya Dr. Bui Hoai Son, Anggota Tetap Komite Kebudayaan dan Pendidikan Majelis Nasional
Ini adalah kesempatan untuk menatap masa depan, menuju era pertumbuhan yang kuat, menegaskan kemampuan dan posisi negara di peta dunia .
Dalam perjalanan ini, membangun merek nasional menjadi tugas strategis – bukan hanya urusan beberapa bisnis atau industri, tetapi citra, reputasi, dan nilai-nilai inti yang secara kolektif diciptakan dan dilestarikan oleh seluruh bangsa.
Bagi masyarakat Vietnam, benih pertama kepercayaan pada kemampuan kreatif dan produktif mereka sendiri ditanamkan sejak usia sangat dini, bahkan di masa-masa sulit.
Di Kawasan Industri Bien Hoa 1 - kawasan industri pertama di negara ini, yang didirikan pada tahun 1963 - banyak sekali merek yang telah terukir dalam ingatan banyak generasi, menjadi bagian integral dari identitas Vietnam.
Gambar buku catatan Cogido dengan simbol rusa yang lembut menemani jutaan siswa di Vietnam Selatan, baik sebelum maupun sesudah penyatuan kembali negara itu, melalui setiap pelajaran dan setiap halaman yang mereka tulis.
Cogido tidak hanya memproduksi kertas; mereka menanamkan kepercayaan bahwa masyarakat Vietnam benar-benar mampu menguasai teknologi dan menciptakan produk yang memenuhi standar internasional.
Sekitar waktu itu, merek-merek seperti gula Bien Hoa, lampu bohlam Dien Quang, baterai Dong Nai, karet Casumina, baja Vicasa, dan susu bubuk Dielac semuanya memiliki satu kesamaan: semuanya dibuat oleh tangan, pikiran, dan semangat gigih masyarakat Vietnam, dalam konteks ekonomi yang penuh tantangan tetapi selalu berupaya untuk maju.
Kisah-kisah ini mengajarkan kita pelajaran yang mendalam: merek tidak dibangun semata-mata berdasarkan modal, teknologi, atau strategi pemasaran, tetapi ditempa dari kebanggaan, rasa memiliki, dan keinginan untuk menaklukkan. Ketika suatu produk dikaitkan dengan memori kolektif, produk tersebut melampaui nilai utilitariannya untuk menjadi bagian dari identitas nasional.
Buku catatan bertema rusa atau kubus gula Bien Hoa laris manis bukan hanya karena kualitasnya, tetapi juga karena menceritakan kisah Vietnam yang mandiri dan kuat, yang mampu mengubah sumber daya dan kecerdasannya menjadi produk bernilai yang dapat bersaing dengan produk internasional.

Sebagian dari kompleks pabrik gula sedang dibongkar dan dipindahkan.
Saat ini, seiring negara memasuki fase integrasi mendalam dan transformasi digital, membangun merek nasional perlu ditingkatkan ke tingkat strategis. Tidak cukup hanya "memiliki" merek; kita harus secara jelas memposisikan merek Vietnam di peta dunia: sebuah bangsa yang inovatif, berkelanjutan, dan kaya akan identitas.
Karena merek nasional bukan hanya tentang ekonomi; ini juga tentang kekuatan lunak, citra, dan prestise negara di mata masyarakat internasional.
Jepang tidak hanya menjual mobil dan elektronik; mereka menjual citra kualitas dan kedisiplinan. Korea Selatan tidak hanya mengekspor K-pop; mereka menyebarkan gelombang budaya Hallyu untuk meningkatkan pariwisata, kuliner, dan kosmetik.
Vietnam, dengan keunggulan dalam hal sumber daya manusia, budaya, dan alam, dapat dan harus menciptakan citra khas yang akan dikenang dunia karena kreativitas, keramahan, dan kepercayaannya.
Jika pada tahun 1945, seluruh bangsa bersatu untuk merebut kembali kemerdekaan, persatuan, dan kemandirian, maka hari ini, semangat itu perlu diubah menjadi kekuatan untuk menjadikan Vietnam sebagai destinasi yang dapat diandalkan bagi investor, sumber inspirasi bagi wisatawan, dan mitra yang dihormati di semua bidang kerja sama internasional.
Setiap program seni, setiap festival, setiap produk "buatan Vietnam" yang mendunia berkontribusi dalam membangun citra nasional, selama semuanya mencerminkan semangat Vietnam, kualitas Vietnam, dan aspirasi Vietnam.
Kita membutuhkan citra Vietnam yang bukan sekadar pabrik murah atau tujuan wisata, tetapi negara yang kreatif, berkelanjutan, dan memiliki identitas yang kaya; kita membutuhkan merek-merek utama untuk bertindak sebagai duta – mulai dari produk pertanian dan makanan hingga teknologi, budaya, dan olahraga – sehingga setiap kali dunia menyebut Vietnam, mereka langsung memikirkan nilai-nilai positif dan terpercaya.
Ketika Kawasan Industri Bien Hoa 1 ditutup setelah 62 tahun, yang tertinggal bukan hanya pabrik-pabrik tua dan tembok-tembok beton, tetapi juga warisan spiritual: warisan orang-orang yang berani bermimpi, berani bertindak, dan berani menegaskan bahwa rakyat Vietnam mampu menciptakan produk yang setara dengan standar internasional.
Di era kemajuan saat ini, warisan tersebut perlu dilanjutkan dengan strategi yang terencana dengan baik dan aspirasi untuk mengangkat merek-merek Vietnam ke tingkat yang lebih tinggi. Inilah juga cara kita menunjukkan rasa terima kasih kepada generasi sebelumnya dengan mengubah semangat kemerdekaan dan kemandirian masa lalu menjadi kekuatan lunak yang mendorong Vietnam maju, dengan mantap dan bangga, di panggung internasional.
Sumber: https://tuoitre.vn/tu-tap-vo-con-nai-den-khat-vong-moi-20250826170232943.htm








Komentar (0)