Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Dari seorang jenius matematika menjadi miliarder yang sukses berkat kerja kerasnya sendiri.

Báo Dân ViệtBáo Dân Việt20/01/2025

Dalam waktu lima tahun, perusahaan Alexandr Wang bernilai lebih dari 7 miliar dolar AS, menjadikannya miliarder mandiri termuda di dunia .


Alexandr Wang, salah satu pendiri dan CEO Scale AI, menjadi miliarder mandiri termuda di dunia pada tahun 2022 di usia 25 tahun. Perusahaannya, yang berbasis di San Francisco, mengkhususkan diri dalam menyediakan perangkat lunak dan layanan pemrosesan data untuk melatih model kecerdasan buatan skala besar seperti "GPT Chat".

Lahir di New Mexico dari keluarga keturunan Tionghoa, Alexandr Wang tumbuh dengan fondasi yang kuat dalam sains dan teknologi. Kedua orang tuanya adalah fisikawan, yang bekerja pada proyek penelitian untuk Angkatan Udara AS dan militer. Sejak usia muda, Wang menunjukkan kemampuan matematika yang luar biasa dan sering berpartisipasi dalam kompetisi pemrograman. Ia hanya belajar selama satu tahun di Massachusetts Institute of Technology (MIT) sebelum bermitra dengan Lucy Guo, seorang mahasiswa putus sekolah lainnya, untuk mendirikan Scale AI pada tahun 2016.

Dalam waktu lima tahun, perusahaan Alexandr Wang bernilai lebih dari 7 miliar dolar AS, menjadikannya miliarder mandiri termuda di dunia. Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Setelah keluar dari daftar miliarder pada tahun 2023 karena penurunan nilai perusahaan, Wang dengan cepat pulih dengan dukungan dari investor baru. Saat ini, Scale AI bernilai hampir 14 miliar dolar AS, dan Alexandr Wang memegang sekitar 14% saham.

Từ thần đồng toán học đến tỷ phú tự thân- Ảnh 1.

Dalam waktu lima tahun, perusahaan Alexandr Wang bernilai lebih dari 7 miliar dolar AS, menjadikannya miliarder mandiri termuda di dunia. (The Week)

Scale AI, perusahaan milik Alexandr Wang, tidak secara langsung mengembangkan model AI seperti Meta atau OpenAI. Sebaliknya, perusahaan ini berfokus pada penyediaan data berlabel akurat untuk melatih sistem AI. Ini merupakan bagian penting dari pengembangan industri kecerdasan buatan, karena alat AI membutuhkan sejumlah besar data berlabel akurat agar dapat berfungsi secara efektif.

Scale AI mempekerjakan lebih dari 100.000 pekerja kontrak secara global melalui anak perusahaan seperti Remotasks dan Outlier AI untuk melakukan tugas pelabelan data. Alexandr Wang menekankan bahwa tenaga kerja ini memainkan peran penting dalam membangun sistem kecerdasan buatan yang tangguh. Namun, penggunaan sejumlah besar pekerja kontrak tersebut telah menimbulkan kontroversi bagi perusahaan. Scale AI menghadapi gugatan class-action dari karyawan yang menuduh manajemen yang buruk, upah yang tidak memadai, dan pelanggaran hukum ketenagakerjaan.

Terlepas dari kritik yang ada, Alexandr Wang tetap menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di industri teknologi tinggi. Ia telah memanfaatkan bakat dan koneksinya untuk mempertahankan posisi Scale AI di pasar yang kompetitif. Fokus Wang meluas melampaui bisnis Silicon Valley; ia juga telah membina hubungan yang kuat di Washington. Ia secara teratur berpartisipasi dalam sidang kongres, di mana ia menawarkan perspektifnya tentang isu-isu geopolitik , khususnya hubungan antara AS dan Tiongkok.

Meskipun tidak setenar Sam Altman, CEO OpenAI, Alexandr Wang tetap menjadi tokoh yang semakin berpengaruh di bidang kecerdasan buatan. Kehadiran Scale AI di Washington tidak hanya berkontribusi pada perubahan cara para pembuat undang-undang memandang AI, tetapi juga menggarisbawahi peran penting tenaga kerja manusia dalam melatih sistem AI.



Sumber: https://danviet.vn/tu-than-dong-toan-hoc-den-ty-phu-tu-than-20250119230230254.htm

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Mengirimkan cinta

Mengirimkan cinta

Ziarah

Ziarah

Warna-Warna Saigon: 50 Tahun Perdamaian dan Reunifikasi

Warna-Warna Saigon: 50 Tahun Perdamaian dan Reunifikasi