Menurut Telegraph, pemerintah Ukraina telah mencapai kesepakatan kerja sama dengan perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) Amerika, Palantir, untuk membersihkan ranjau darat dan bahan peledak.
Oleh karena itu, Palantir akan menyediakan Ukraina dengan perangkat kecerdasan buatan (AI) untuk mengatur dan mempercepat upaya pembersihan ranjau. Diperkirakan sekitar sepertiga wilayah daratan Ukraina diyakini terkontaminasi ranjau darat atau amunisi yang belum meledak.
Pemerintah Ukraina berharap dapat membersihkan lebih dari 80% lahan yang berpotensi mengandung ranjau darat dalam waktu 10 tahun, sehingga membebaskan lahan pertanian dan mengembalikan banyak wilayah ke kondisi aman untuk tujuan ekonomi .
AI Palantir dimiliki oleh miliarder teknologi Silicon Valley, Peter Thiel. Klien perusahaan ini meliputi pemerintah dan perusahaan swasta di berbagai industri. Di segmen pemerintahan, Palantir merupakan kontraktor militer terkemuka.
Dalam perkembangan lain, menurut kantor berita Anadolu, Jenderal Oleksandr Syrsky, Panglima Tertinggi Angkatan Darat Ukraina yang baru, menyatakan selama inspeksi di front timur bahwa angkatan darat perlu segera mengatur ulang personel komandonya di tingkat brigade. Jenderal Oleksandr Syrsky mengatakan bahwa ia telah mengirim spesialis untuk menilai brigade tempur yang tidak efektif sebelum mengganti perwira komandannya.
SELATAN
Sumber






Komentar (0)