Pejabat Ukraina mengumumkan bahwa Kiev telah menarik pasukannya dari pinggiran tenggara Avdeevka, menegaskan bahwa hal ini tidak membawa manfaat taktis bagi Rusia.
"Setelah berbulan-bulan bertempur, komando memutuskan untuk mundur dari posisi Zenit di pinggiran tenggara Avdeevka, demi melindungi nyawa para prajurit dan meningkatkan operasi tempur," ujar Jenderal Oleksandr Tarnavsky, komandan kelompok operasional-strategis Tavria yang bertanggung jawab atas front timur tentara Ukraina, pada 16 Februari.
Ia menekankan bahwa keputusan tersebut tidak memberi Rusia keuntungan taktis, juga tidak mengubah situasi pertahanan pasukan Ukraina di Avdeevka. "Pengelompokan kembali pasukan, penambahan pasokan, dan pengerahan unit-unit baru sedang berlangsung," kata pejabat itu.
Kendaraan lapis baja Bradley Ukraina di dekat Avdeevka pada 11 Februari. Foto: AFP
Tarnavsky juga mengatakan Avdeevka kini menjadi "titik terpanas" di garis depan dan pasukan Ukraina berada di bawah tekanan berat dari pasukan Rusia. "Musuh melancarkan pemboman besar-besaran siang dan malam dan terus-menerus menyerang dari berbagai arah secara bersamaan," ujarnya.
Menurut Maksym Zhorin, wakil komandan Brigade Ukraina ke-3, yang baru saja dikirim ke Avdeevka, Rusia kini menjatuhkan sekitar 60-80 bom luncur di kota itu setiap hari, mengubahnya menjadi puing-puing.
Tarnavsky kemudian mengumumkan bahwa beberapa tentara Ukraina telah ditangkap oleh pasukan Rusia saat bergerak ke posisi baru, dan menambahkan bahwa pasukan Ukraina telah menangkis 30 serangan pada tanggal 16 Februari, yang menyebabkan musuh menderita "kerugian besar".
“Sejak awal tahun, Rusia telah kehilangan lebih dari 20.000 tentara, 199 tank, dan 481 kendaraan tempur lapis baja dalam serangan ini,” ujarnya.
Pejabat Rusia belum mengomentari informasi di atas.
Setelah serangan balasan tentara Ukraina gagal, akhir tahun lalu Rusia melancarkan serangan terhadap Avdeevka, sebuah kota di provinsi Donetsk yang diubah Ukraina menjadi benteng pada tahun 2014 dengan sistem benteng dan benteng pertahanan.
Akun militer pro-Rusia pada 15 Februari merilis video tentara Rusia yang menancapkan bendera di dekat papan nama kota Avdeevka, lokasi yang dikunjungi dan difoto oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bulan lalu. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, memperingatkan bahwa Avdeevka bisa segera jatuh jika pasukan Ukraina tidak menerima amunisi tambahan.
Jenderal Tarnavsky sebelumnya telah mengisyaratkan kemungkinan menarik pasukan dari pusat kota dan berkumpul kembali di posisi yang lebih dijaga di luar kota.
Merebut Avdeevka akan memungkinkan tentara Rusia memperluas 50-60 km lagi di garis depan, menciptakan pintu gerbang dari ibu kota Donetsk ke kota-kota lain seperti Konstantinovka di utara, yang semakin mendekati tujuannya untuk menguasai penuh provinsi Donetsk.
Media Barat mengatakan bahwa mengusir Ukraina dari Avdeevka juga akan menjadi kemenangan simbolis bagi Rusia sebelum ulang tahun kedua konflik tersebut.
Lokasi Avdeevka dan kota-kota sekitarnya. Grafik: RYV
Pham Giang (Menurut Reuters, Kyiv Post )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)