Ukraina mengatakan pasukannya menyerang fasilitas produksi rudal Rusia, termasuk yang memproduksi rudal jarak pendek Iskander dan rudal balistik antarbenua Topol-M, di Votkinsk, sebelah timur Moskow dan sekitar 1.400 km dari Ukraina.
Dalam sebuah pernyataan di Telegram, pasukan Ukraina mengatakan mereka menggunakan rudal jelajah Flamingo buatan dalam negeri yang diluncurkan dari darat. Serangan itu menyebabkan kebakaran di lokasi tersebut, menurut militer Ukraina.

Sebelumnya, Alexander Brechalov, gubernur wilayah Udmurtia Rusia, mengatakan sebuah lokasi di sana telah diserang oleh drone semalam. "Terdapat kerusakan dan korban jiwa akibat insiden tersebut," kata Brechalov dalam sebuah video yang diunggah di aplikasi Telegram.
Otoritas Penerbangan Sipil Rosaviatsiya mengumumkan bahwa bandara di kota utama Izhevsk di wilayah Udmurtia dan bandara di kota-kota tetangga telah menangguhkan operasionalnya untuk sementara waktu.
Di sisi lain garis depan, Rusia juga secara teratur menggunakan rudal balistik dan drone untuk menyerang infrastruktur militer dan energi Ukraina.

Dalam perkembangan terbaru, sebuah pabrik biskuit Oreo di Ukraina timur dihantam rudal Rusia pada hari Sabtu, menurut Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha dalam sebuah unggahan di X. Ini adalah kali kedua pabrik tersebut mengalami kerusakan sejak perang dimulai pada tahun 2022.
Tidak ada korban jiwa, tetapi sebuah fasilitas produksi mengalami kerusakan. Fasilitas yang terletak di Trostyanets ini dimiliki oleh perusahaan raksasa makanan ringan Mondelez International.
Pabrik tersebut mengalami kerusakan parah pada tahun 2022 ketika Rusia menyerang Ukraina. Pabrik tersebut sebagian dibuka kembali pada tahun 2023 untuk memproduksi cokelat dan kemudian melanjutkan produksi biskuit Oreo pada tahun 2024.
Sumber: https://congluan.vn/ukraine-tan-cong-nha-may-ten-lua-dan-dao-cua-nga-10331020.html







Komentar (0)