
Ia menyerukan kepada komunitas internasional untuk meningkatkan dukungan bagi Republik Demokratik Kongo, di tengah terus meningkatnya kasus dugaan dan kematian, serta risiko yang sangat tinggi bahwa penyakit tersebut akan menyebar lebih luas.
Berbicara kepada wartawan di Bunia, ibu kota provinsi Ituri, pusat wabah Ebola di bagian timur Republik Demokratik Kongo, Direktur Jenderal WHO menegaskan bahwa komunitas internasional sedang berupaya mendukung Pemerintah Republik Demokratik Kongo dalam menanggapi epidemi tersebut. Namun, ia menekankan perlunya lebih banyak dukungan internasional, serta keterlibatan masyarakat setempat, termasuk mengatasi ketidakpercayaan dan memerangi informasi yang salah.
Tedros juga mendesak negara-negara untuk mempertimbangkan kembali langkah-langkah yang telah mereka terapkan terkait pembatasan perjalanan atau penutupan perbatasan dengan Republik Demokratik Kongo karena kekhawatiran tentang wabah Ebola. Menurut pemimpin WHO tersebut, hal ini dapat semakin memperumit respons dan menghambat transparansi serta kerja sama yang diperlukan untuk mengendalikan penyakit tersebut.
Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, kurang dari setengah bulan sejak wabah Ebola dimulai, Republik Demokratik Kongo telah mencatat setidaknya 1.077 kasus yang diduga, termasuk 246 kematian. Di negara tetangga Uganda, petugas kesehatan juga telah mengkonfirmasi 9 kasus, termasuk 1 kematian.
Menurut WHO, tingkat kematian dalam wabah Ebola saat ini di Republik Demokratik Kongo berkisar antara 30% hingga 50%, suatu tingkat yang dianggap sangat serius.
Sumber: https://nhandan.vn/who-keu-goi-tang-ho-tro-chdc-congo-post966211.html








Komentar (0)