Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Wolfsburg runtuh bersamaan dengan Volkswagen.

Dari tim yang pernah menakuti Real Madrid di Liga Champions, Wolfsburg kini terdegradasi ke divisi dua Jerman pada saat Grup Volkswagen juga terperosok dalam krisis keuangan.

ZNewsZNews26/05/2026

Wolfsburg telah terdegradasi.

Beberapa klub bertahan berkat sejarah mereka. Beberapa tim berkembang pesat berkat kekuatan finansial. Dan kemudian ada juga tim-tim yang nasibnya terikat pada sebuah perusahaan besar hingga ketika pendukung mereka goyah, mereka pun mulai runtuh.

Wolfsburg adalah salah satu contohnya.

Masa lalu yang gemilang

Tahun 2015 pernah menjadi puncak kejayaan tim ini. Saat itu, Wolfsburg memiliki skuad yang menarik perhatian di seluruh Eropa, dengan pemain-pemain seperti Kevin De Bruyne, Ivan Perisic, Bas Dost, Luis Gustavo, Naldo, dan Andre Schürrle. Mereka memenangkan Piala Jerman dan memainkan sepak bola berenergi tinggi di bawah asuhan Dieter Hecking.

Di Liga Champions musim itu, Wolfsburg bahkan menempatkan Real Madrid dalam posisi berbahaya setelah kemenangan 2-0 mereka di leg pertama perempat final. Tanpa hat-trick Cristiano Ronaldo di Bernabeu, sejarah mungkin akan berjalan berbeda.

Namun, peristiwa terbesar juga terjadi pada tahun 2015. Skandal Dieselgate menjerumuskan Volkswagen ke dalam krisis serius ketika ditemukan bahwa mereka telah memasang perangkat lunak untuk mengakali uji emisi pada mobil-mobilnya. Produsen mobil terbesar di Jerman itu menghadapi serangkaian denda dan pembayaran kompensasi yang sangat besar.

Wolfsburg mulai menanggung akibatnya sejak saat itu. Pada tahun 2017, Volkswagen memangkas anggaran investasi klub sekitar 40%. Ini hampir menjadi titik balik yang mengubah Wolfsburg dari tim yang ambisius menjadi grup yang berjuang untuk bertahan hidup di Bundesliga.

Harus bermain di babak play-off degradasi tiga kali dalam waktu kurang dari 10 tahun menunjukkan penurunan performa tim yang berkepanjangan. Mereka tidak lagi cukup stabil untuk bersaing di puncak, tetapi tidak cukup buruk untuk membutuhkan perombakan total dalam waktu dekat. Wolfsburg telah terjebak dalam keadaan limbo selama beberapa musim.

Wolfsburg anh 1

Wolfsburg kehilangan arah.

Musim 2020/21 di bawah asuhan Oliver Glasner menawarkan secercah harapan. Wolfsburg lolos ke Liga Champions dengan gaya permainan yang terorganisir dan efektif. Namun, itu ternyata hanya momen gemilang yang singkat. Pada tahun-tahun berikutnya, tim tersebut terus mengalami penurunan yang tenang.

Degradasi paling menakutkan

Yang membuat degradasi ini begitu mengkhawatirkan bukan hanya aspek profesionalnya. Volkswagen masih menghadapi tekanan finansial yang signifikan. Pada bulan Maret tahun ini, CEO Oliver Blume mengumumkan bahwa grup tersebut akan terus memangkas biaya sekitar 20%. Ini berarti Wolfsburg kemungkinan besar harus memperketat anggarannya lebih jauh lagi dalam periode mendatang.

Dan tepat pada saat itu, tim tersebut terdegradasi ke Bundesliga 2. Kombinasi tersebut menciptakan prospek yang sangat suram. Degradasi berarti penurunan tajam pendapatan dari televisi, iklan, dan sponsor. Sementara itu, Bundesliga 2 tidak pernah menjadi liga yang mudah bagi klub-klub yang terbiasa bermain di level tertinggi.

Sepak bola Jerman telah menyaksikan Hamburg membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kembali ke performa terbaiknya. Schalke 04 juga berulang kali mengalami krisis setelah terdegradasi. Hertha Berlin masih berjuang dengan proyek pembangunan kembali yang belum selesai.

Wolfsburg kini menghadapi risiko serupa. Hal yang paling menyedihkan adalah kemerosotan ini bukan berasal dari satu musim yang gagal. Ini adalah hasil dari efek kumulatif selama lebih dari satu dekade, sejak skandal Dieselgate meletus dan Volkswagen tidak lagi mampu mempertahankan posisi "pilar" kuatnya seperti dulu.

Masa-masa ketika Wolfsburg memiliki De Bruyne, Perisic, dan Luis Gustavo kini terasa seperti kenangan yang jauh. Saat itu, mereka bermimpi menjadi kekuatan besar berikutnya di sepak bola Jerman.

Sebelas tahun kemudian, Wolfsburg tidak lagi membicarakan Liga Champions. Kini mereka menghadapi pertanyaan paling sulit: bagaimana menghindari terpuruk lebih dalam setelah degradasi bersejarah ini.

Sumber: https://znews.vn/wolfsburg-guc-nga-cung-volkswagen-post1654136.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Membantu orang-orang dalam panen.

Membantu orang-orang dalam panen.

Kebanggaan nasional

Kebanggaan nasional

Mùa thu hoạch chè

Mùa thu hoạch chè