Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di Timur Tengah, Ofir Zilbiger, Direktur Keamanan Siber untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) di BDO – jaringan internasional yang menyediakan layanan audit, konsultasi, pajak, dan penasihat keuangan – mengatakan bahwa acara olahraga besar sering kali mengalami peningkatan penipuan siber sebesar 30% hingga 40%. Namun, Piala Dunia kali ini mungkin akan mengalami peningkatan yang lebih tajam lagi karena ketegangan internasional.
Menurut pakar ini, ancaman tersebut tidak hanya ditujukan kepada penggemar tetapi juga pada infrastruktur nasional. Di tingkat negara, kelompok peretas dapat memfokuskan serangan mereka pada bandara, sistem transportasi, dan infrastruktur penting untuk mengganggu operasional dan menciptakan kekacauan.
Metode serangan umum diprediksi mencakup ransomware, serangan distributed denial-of-service (DDoS) yang menargetkan situs web resmi dan sistem tiket, serta kampanye pengaruh yang bertujuan memanipulasi opini publik. Zilbiger memperingatkan bahwa perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) membuat serangan menjadi lebih canggih, karena peretas dapat mengeksploitasi kerentanan pihak ketiga untuk menyusup ke sistem yang sebelumnya sangat aman.
Bagi masyarakat umum, risiko penipuan juga meningkat secara signifikan. Banyak individu menggunakan teknologi AI untuk membuat situs web dan layanan palsu dengan antarmuka yang hampir identik dengan platform resmi, sehingga menyulitkan pengguna untuk membedakannya. Penipuan umum meliputi penjualan tiket palsu, penawaran paket wisata fiktif, atau pencurian informasi kartu kredit. Selain itu, aplikasi palsu yang mengiklankan siaran langsung gratis pertandingan Piala Dunia juga semakin marak, menimbulkan risiko pemasangan malware atau alat pelacak pada perangkat pengguna.
Terlepas dari kemajuan teknologi keamanan siber, pakar ini menekankan bahwa langkah-langkah pencegahan dasar tetap yang terpenting bagi pengguna. Ia menyarankan para penggemar untuk tidak mengklik tautan yang mencurigakan, tidak memberikan informasi keuangan di situs web yang tidak terverifikasi, dan untuk memverifikasi dengan cermat keaslian pesan atau email yang diterima.
Menjelang Piala Dunia 2026, para ahli memperingatkan para penggemar untuk lebih waspada di dunia maya agar terhindar dari menjadi korban kejahatan siber yang semakin canggih.
Sumber: https://baosonla.vn/an-ninh-trat-tu/world-cup-2026-canh-bao-gia-tang-tan-cong-mang-rfYexjovR.html







Komentar (0)