
Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di Afrika Utara, selain Argentina, Pelatih Scaloni juga sangat menghargai tim nasional Spanyol, Prancis, Portugal, Inggris, Kroasia, Brasil, Kolombia, Uruguay, dan terutama Maroko dalam persaingan kejuaraan dunia . Komentar Pelatih Scaloni mencerminkan semakin tingginya posisi sepak bola Maroko di panggung internasional. Sejak pencapaian bersejarah mereka mencapai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, Maroko telah menegaskan posisinya sebagai salah satu tim nasional terkuat di luar Eropa dan Amerika Selatan.
Menurut pelatih Scaloni, masuknya Maroko sebagai kandidat juara bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari pembangunan berkelanjutan selama bertahun-tahun, mulai dari pelatihan pemain muda dan pengembangan infrastruktur sepak bola hingga kemampuan untuk bersaing setara dengan tim-tim papan atas di seluruh dunia. Namun, ahli strategi berusia 48 tahun itu juga menekankan bahwa bakat dan kekuatan skuad saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan di Piala Dunia. Ia berkata: "Piala Dunia bukan hanya tentang bermain bagus atau memiliki tim yang kuat. Banyak hal yang perlu berjalan lancar sepanjang turnamen agar kesuksesan dapat diraih."
Pelatih Scaloni mengutip perjalanan Argentina sendiri menuju kemenangan Piala Dunia 2022 sebagai contoh. Tim Amerika Selatan itu mengejutkan banyak orang dengan kekalahan dari Arab Saudi di pertandingan pembuka, harus mengalahkan Belanda setelah adu penalti yang menegangkan di perempat final, dan menghadapi kesulitan besar melawan Prancis di final meskipun unggul 2-0. Ia mengenang: "Kami melewati banyak rintangan dan berkali-kali terancam tersingkir. Itu menunjukkan betapa sulitnya memenangkan Piala Dunia." Pelatih Argentina itu percaya bahwa detail kecil, semangat juang, dan terkadang bahkan keberuntungan dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan tim mana pun, bahkan tim terkuat sekalipun.
Pujian dari pelatih Scaloni datang hanya beberapa hari sebelum dimulainya Piala Dunia 2026. Bagi Maroko, ini dipandang sebagai pengakuan dari salah satu pelatih paling sukses di dunia sepak bola saat ini, dan juga sebagai tanda semakin besarnya rasa hormat yang diterima tim Afrika Utara ini di panggung internasional. Setelah penampilan luar biasa mereka di Qatar pada tahun 2022, Maroko bertujuan untuk semakin memperkuat posisinya dan membuktikan bahwa kesuksesan masa lalu mereka bukanlah fenomena sesaat, melainkan hasil dari pengembangan sepak bola jangka panjang.
Sumber: https://baosonla.vn/the-thao/world-cup-2026-nhung-chu-su-tu-atlas-dang-gom-qXqiudbvR.html








Komentar (0)