![]() |
| Dr. Chau Dinh Linh (Universitas Perbankan Kota Ho Chi Minh ) |
Bagaimana Dekrit No. 04/2025/ND-CP akan memengaruhi bank dalam menangani piutang macet, Pak?
Menurut pendapat saya, Keputusan No. 304/2025/ND-CP mencerminkan pendekatan yang menyeimbangkan kepentingan semua pemangku kepentingan, termasuk pemberi pinjaman dan peminjam. Poin penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa Keputusan tersebut memperjelas syarat-syarat untuk penyitaan jaminan secara hukum, terutama dalam kasus-kasus di mana jaminan tersebut bersifat khusus, seperti tempat tinggal tunggal peminjam atau mata pencaharian utama.
Dalam kasus seperti itu, ketika bank menyita dan memproses jaminan sambil sekaligus mendukung mata pencaharian peminjam, hal itu memastikan perlakuan yang manusiawi dan definisi hak dan kewajiban yang lebih jelas antara para pihak, alih-alih membiarkan kegiatan penyitaan menjadi rumit atau menyebabkan perselisihan yang berkepanjangan seperti di masa lalu.
Dari perspektif perbankan, Keputusan No. 304/2025/ND-CP memberikan kerangka kerja yang lebih jelas untuk menangani piutang macet, sehingga berpotensi meningkatkan tingkat pemulihan "uang riil" daripada membiarkan piutang macet terus tercatat dalam pembukuan. Namun, perlu juga dicatat bahwa kewajiban untuk mendukung mata pencaharian akan meningkatkan biaya penyelesaian utang, dan ini tentu akan berdampak pada keuntungan bank. Ketika biaya meningkat, keuntungan menurun, yang memengaruhi ROE, dan ini nantinya dapat memengaruhi valuasi saham bank.
Banyak bank meningkatkan penjualan piutang macet. Menurut Anda, apakah ini pertanda bahwa proses penanganan dan penjualan piutang macet akan menjadi lebih mudah?
Ya, peraturan baru dalam Keputusan No. 304/2025/ND-CP akan menciptakan dorongan bagi bank untuk mempercepat penanganan aset jaminan dan pemulihan piutang macet. Terutama aset jaminan yang memiliki kedudukan hukum yang baik akan diprioritaskan untuk diproses oleh bank.
Namun, menurut pendapat saya, faktor krusial yang mendorong bank untuk memperkuat penanganan agunan tetaplah tekanan untuk memenuhi target dan KPI pada akhir tahun fiskal 2025. Jika piutang macet ditangani dengan baik, bank dapat membalikkan provisi, meningkatkan profitabilitas, dan mengurangi rasio piutang macet dalam laporan mereka. Hal ini sangat penting dalam mempersiapkan pertumbuhan kredit pada tahun 2026. Mengingat target pertumbuhan kredit sistemik sekitar 15%, setiap bank masih perlu memenuhi kondisi, indikator, dan tingkat kepatuhan tertentu untuk dialokasikan batas kredit tertentu.
Dengan kebijakan baru tersebut, menurut Anda seperti apa gambaran penanganan piutang macet di tahun 2026?
Menurut pendapat saya, gambaran penanganan piutang macet akan jelas membedakan antar kelompok bank. Bagi bank-bank besar, proses ini umumnya lebih lancar berkat sistem manajemen risiko mereka yang relatif lengkap; banyak bank telah mendekati standar tinggi seperti Basel III. Pengalaman dan sumber daya membantu mereka menangani proses ini secara lebih sistematis, dengan fokus pada pemulihan piutang dengan jaminan hukum yang jelas atau pinjaman kepada bisnis yang masih memiliki potensi untuk memulihkan arus kas.
Sebaliknya, bank-bank yang lebih kecil menghadapi lebih banyak tantangan. Kualitas jaminan umumnya rendah, ditambah dengan kapasitas keuangan pelanggan yang lemah, sementara utang lama yang belum terselesaikan terus memberikan tekanan pada bank. Jika sistem manajemen risiko bank tidak terstandarisasi, dan sumber daya serta pengalaman dalam menangani utang terbatas, kecepatan penyelesaian seringkali jauh lebih lambat. Dalam konteks ini, yang dibutuhkan adalah bank mengklasifikasikan utang secara lebih menyeluruh dan realistis. Hal ini tidak boleh terbatas pada kategori utang standar akuntansi, tetapi harus diklasifikasikan menurut potensi pemulihannya: dapat dipulihkan dengan cepat, memerlukan restrukturisasi, cocok untuk dijual, atau harus dialihkan ke VAMC. Dengan kata lain, klasifikasi diperlukan untuk menentukan urutan prioritas dan rencana penyelesaian yang tepat untuk setiap kategori utang.
Oleh karena itu, peran VAMC akan sangat penting, terutama bagi bank-bank kecil. Melalui dukungan penyelesaian utang dan transfer pengalaman, VAMC membantu bank-bank ini meningkatkan kapasitas penyelesaian utang mereka secara lebih sistematis.
Sumber: https://thoibaonganhang.vn/xu-ly-no-xau-se-co-su-phan-hoa-176710.html







Komentar (0)