1. AI Generatif
Puncak dari tren teknologi yang sedang berkembang tak lain adalah AI generatif. AI generatif adalah jenis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menghasilkan konten baru, seperti teks, gambar, audio, atau video , berdasarkan pola dan informasi yang telah dipelajarinya dari data pelatihan. Tidak seperti sistem AI tradisional yang hanya menjalankan tugas-tugas yang telah diprogram sebelumnya, AI generatif memiliki kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan produk baru dari nol, atau dari data input.
Teknologi ini terus menjadi tren utama pada tahun 2025, dengan kemampuannya yang luar biasa untuk membuat konten seperti manusia, dari teks, gambar, audio hingga simulasi yang kompleks.
Perkembangan platform AI generatif yang berorientasi konsumen seperti Google Bard dan ChatGPT milik OpenAI mendorong pertumbuhan pasar yang pesat, yang diperkirakan akan tumbuh dari $137 miliar pada tahun 2024 menjadi $1,3 triliun dalam dekade mendatang, menurut Bloomberg Intelligence (BI).
Inovasi dalam pemodelan generatif, termasuk GPT dan sistem multimoda, membuka kemungkinan baru di berbagai bidang seperti pembuatan konten, desain otomatis, dan pengalaman interaktif yang mendalam.
Teknologi transformatif ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengubah strategi bisnis dalam pemecahan masalah, keterlibatan pelanggan, dan pengembangan inovasi. Pada tahun 2025, organisasi akan semakin mengintegrasikan AI generatif ke dalam operasi mereka, mendorong inovasi, dan memberikan layanan personal dalam skala besar.
2. Agen AI
Sementara AI generatif mendorong peningkatan adopsi AI dalam bisnis, AI agentif diharapkan dapat mendorong perubahan revolusioner di seluruh industri.
AI Agentik adalah jenis kecerdasan buatan yang mampu bertindak secara mandiri dan melakukan tugas secara otomatis tanpa campur tangan manusia secara terus-menerus. Sistem AI ini dapat membuat keputusan dan melakukan tindakan dalam lingkungan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah diprogram atau dipelajari.
Menurut Emergen Research, pasar agen AI diperkirakan mencapai $30,89 miliar pada tahun 2024, tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang kuat sebesar 31,68%.
Agen AI menandai kemajuan besar dalam kecerdasan buatan, yang memungkinkan sistem beroperasi dengan tingkat otonomi yang lebih tinggi. Sistem ini dirancang untuk melakukan tugas-tugas kompleks secara mandiri, mengambil keputusan, dan beradaptasi dengan tantangan baru tanpa pengawasan manusia.
Berbeda dengan perangkat AI dan model bahasa yang luas saat ini, AI agen membuka paradigma baru. AI agen memungkinkan sistem untuk secara proaktif merencanakan dan bertindak guna mencapai tujuan yang ditentukan pengguna, membuka jalan bagi agen virtual yang dapat menambah, mengotomatiskan, dan meningkatkan beban kerja manusia atau aplikasi yang sudah ada.
3. Platform Tata Kelola AI
Seiring dengan semakin terintegrasinya AI ke dalam infrastruktur penting, 80% profesional data mengakui bahwa hal ini meningkatkan tantangan keamanan data, yang menyoroti perlunya kerangka kerja keamanan dan tata kelola yang kuat. Tren ini menyoroti urgensi pengembangan standar dan regulasi yang ketat untuk memastikan sistem AI beroperasi dengan aman, andal, dan etis di seluruh industri.
Elemen penting dari penerapan AI yang bertanggung jawab meliputi meminimalkan bias algoritmik untuk menghindari hasil yang tidak adil atau merugikan, meningkatkan transparansi untuk membangun kepercayaan dengan mengklarifikasi bagaimana keputusan AI dibuat, dan memastikan akuntabilitas untuk menegakkan standar etika dan hukum.
Karena AI terus terintegrasi ke dalam tatanan masyarakat, membangun lingkungan AI yang aman dan tepercaya tidak hanya menjadi prioritas tetapi juga penting untuk menjaga kepercayaan pada peran transformatif teknologi ini.
4. Internet of Things (IoT) di kota pintar
Pasar global untuk IoT (Internet of things) di kota pintar diperkirakan mencapai $312,2 miliar pada tahun 2026, tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang kuat sebesar 19,0%.
Teknologi IoT di kota pintar mengintegrasikan sensor dan perangkat untuk mengumpulkan data, membantu mengelola aset, sumber daya, dan layanan secara lebih efisien. Hal ini mencakup optimalisasi lalu lintas dan transportasi umum, peningkatan efisiensi energi dengan jaringan pintar, dan penerapan sistem terhubung untuk keselamatan publik dan tanggap darurat. Seiring dengan perluasan wilayah perkotaan, IoT memainkan peran kunci dalam mengatasi kompleksitas dan meningkatkan kualitas hidup warga.
5. Komputasi Tepi
Komputasi tepi adalah model komputasi di mana data diproses di dekat asalnya atau "tepi" jaringan (tepi), alih-alih harus mengirim semua data ke pusat data yang jauh (cloud) untuk diproses. Tujuan komputasi tepi adalah untuk mengurangi latensi, mengurangi bandwidth jaringan, dan meningkatkan kinerja dengan memproses data di tempat data tersebut dihasilkan, seperti pada perangkat atau node jaringan yang dekat dengan pengguna akhir.
Pasar komputasi tepi global diperkirakan akan berkembang secara signifikan, dari USD 13,66 miliar pada tahun 2024 menjadi USD 181,96 miliar pada tahun 2032, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang mengesankan sebesar 38,2% selama periode perkiraan.
Komputasi tepi memproses data di dekat tempat data tersebut dihasilkan, sehingga menghilangkan kebutuhan akan pusat data terpusat. Pendekatan ini penting untuk aplikasi yang membutuhkan pemrosesan waktu nyata dan pengambilan keputusan yang cepat, sehingga menghindari penundaan yang biasanya terjadi dalam komputasi awan. Aplikasi utamanya meliputi kendaraan otonom, IoT industri, dan manajemen data di daerah terpencil.
Komputasi tepi memainkan peran kunci dalam kendaraan otonom dengan memungkinkan pemrosesan data secara real-time langsung di dalam mobil. Perusahaan seperti Tesla dan Waymo menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan keselamatan dan memastikan efisiensi operasional.
6. Jaringan 5G
Jaringan 5G terus diterapkan secara global, menciptakan infrastruktur konektivitas yang cepat dan andal yang mampu menghadirkan transmisi berkecepatan tinggi dan latensi rendah untuk layanan dan aplikasi. Pasar 5G diperkirakan akan mencapai nilai $667,90 miliar pada tahun 2027, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 43,9% dari tahun 2020 hingga 2027.
Seiring dengan semakin meluasnya jaringan 5G, adopsi aplikasi seperti realitas virtual (VR), realitas tertambah (AR), dan layanan cloud real-time akan semakin meluas. Bisnis dapat memanfaatkan 5G untuk meningkatkan efisiensi kerja, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi biaya operasional.
5G akan menghadirkan ledakan aplikasi IoT, dengan perangkat-perangkat yang terhubung mampu berinteraksi secara real-time, sekaligus mendukung teknologi-teknologi canggih seperti mobil tanpa pengemudi dan layanan kesehatan jarak jauh.
7. Teknologi Blockchain dan mata uang digital
Teknologi blockchain akan terus memberikan dampak yang kuat pada tahun 2025, tidak hanya di sektor keuangan tetapi juga di berbagai industri lain seperti layanan kesehatan, rantai pasok, dan manajemen identitas. Blockchain menyediakan sistem penyimpanan data yang terdesentralisasi dan transparan, yang membantu mengurangi penipuan dan meningkatkan keamanan.
Mata uang digital, terutama mata uang bank sentral, juga akan terus tumbuh pesat. Pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia sedang bereksperimen dan menerapkan mata uang digital untuk meningkatkan pembayaran internasional, mengurangi biaya transaksi, dan meningkatkan efisiensi sistem keuangan.
Teknologi Blockchain juga dapat mendukung platform kontrak pintar, membantu mengotomatiskan transaksi dan mengurangi ketergantungan pada perantara.
8. Teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR)
Teknologi AR dan VR mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital dan nyata. Aplikasi AR di bidang ritel, pendidikan , dan hiburan akan terus berkembang, memungkinkan pengguna berinteraksi dengan objek 3D dan merasakan lingkungan virtual.
Pasar AR/VR diperkirakan mencapai $296 miliar pada tahun 2025, mendorong pertumbuhan aplikasi di berbagai bidang seperti pelatihan, layanan kesehatan, pariwisata, dan manufaktur. Teknologi ini tidak hanya akan membantu pengguna mengalami simulasi yang kompleks, tetapi juga mendukung aktivitas profesional dan pendidikan melalui lingkungan virtual.
Baik AR maupun VR memiliki potensi untuk mengubah industri game, dengan game menjadi lebih mendalam dan nyata daripada sebelumnya.
9. Robot dan teknologi otomasi
Seiring meningkatnya peran otomatisasi di berbagai bidang seperti manufaktur, logistik, dan layanan kesehatan, robot otonom akan terus berkembang pesat. Sistem robotik modern tidak hanya dapat melakukan tugas-tugas sederhana, tetapi juga tugas-tugas kompleks seperti operasi, pembersihan, dan bahkan berpartisipasi dalam proses kreatif.
Menurut beberapa perkiraan, pasar robot industri akan mencapai $80 miliar pada tahun 2027, dengan pertumbuhan kuat robot yang melayani industri mulai dari perawatan kesehatan hingga manufaktur dan logistik.
10. Pembelajaran mesin dan analitik data
Pembelajaran mesin dan analisis data akan terus berkembang pesat pada tahun 2025. Perusahaan semakin banyak menggunakan big data untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan mengoptimalkan operasi mereka.
Alat analisis data tingkat lanjut akan membantu bisnis memprediksi tren, perilaku konsumen, dan perubahan pasar, sehingga memberikan strategi tepat waktu untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.
[iklan_2]
Sumber: https://daidoanket.vn/10-xu-huong-cong-nghe-trong-nam-2025-10299025.html
Komentar (0)