Gol Yamal menyamakan kedudukan menjadi 1-1 untuk Spanyol, setelah Kolo Muani memberi Prancis keunggulan 1-0 pada menit ke-8. Spanyol kemudian bangkit dan menang 2-1 untuk melaju ke final. Penampilannya yang luar biasa membuat Lamine Yamal meraih penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan. Berikut lima hal luar biasa tentang pemain bintang ini.
1. Pemegang rekor termuda
Gol Yamal melawan Prancis pada usia 16 tahun 362 hari menjadikannya pemain termuda yang mencetak gol dalam sejarah EURO. Ia juga melampaui rekor Pele (17 tahun 244 hari) untuk menjadi pemain termuda yang mencapai semifinal Piala Dunia atau EURO.
Sebelumnya, Yamal telah mencetak sejumlah rekor lainnya. Ia adalah pemain termuda yang mencetak gol di LaLiga, ketika ia mencetak gol dalam pertandingan Barcelona melawan Granada yang berakhir imbang 2-2 pada 8 Oktober 2023.
Pada akhir tahun 2023, ia dinominasikan dan menerima penghargaan Golden Boy. Namun, Yamal tidak menghadiri upacara penghargaan karena studinya. Lionel Messi, Erling Haaland, dan Kylian Mbappe sebelumnya juga pernah menerima penghargaan ini.
2. Debut EURO yang mengesankan.
Pemain sayap muda ini menerima panggilan internasional pertamanya ke tim nasional dalam kualifikasi EURO 2024, melakukan debutnya dalam kemenangan 7-1 melawan Georgia. Dalam pertandingan pada 8 September 2023 itu, Yamal mencetak satu gol pada usia 16 tahun 57 hari.
Yamal menjadi pemain termuda yang mencetak gol untuk tim nasional Spanyol, melampaui rekor Gavi. Ia juga menjadi pemain termuda yang mencetak gol dalam kampanye kualifikasi EURO, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Gareth Bale.
Berkat hal ini, Yamal mendapatkan tempat di tim nasional Spanyol untuk EURO 2024, di mana ia menunjukkan performa yang sangat baik dan membantu tim mencapai final.
3. Dibandingkan dengan Messi
Kemampuan teknis Yamal dan pelatihan di La Masia telah menyebabkan perbandingan antara dirinya dan mantan superstar Barcelona, Lionel Messi.
Kedua pemain ini juga memiliki hubungan yang unik. Baru-baru ini, sebuah foto Messi, yang saat itu berusia 20 tahun, sedang menggendong Yamal yang berusia 6 bulan muncul di internet. Foto tersebut diambil pada tahun 2007 untuk kampanye amal oleh sebuah surat kabar lokal dan UNICEF.
Minggu lalu, ayah Yamal mengunggah foto ini di Instagram dengan keterangan "Awal dari dua legenda."
4. Belajar sambil bermain sepak bola.
Lamine Yamal adalah siswa yang sangat rajin. Ia menerima tugas-tugas rumah dari tutornya sepanjang turnamen EURO 2024. Sambil bermain di Jerman, striker muda ini juga menyelesaikan ujian sekolah menengahnya, yang akan memungkinkannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di masa depan.
5. Ingatlah asal usulmu.
Yamal dibesarkan di Mataro, Catalonia, sebelum pindah ke Barcelona bersama keluarganya ketika ia baru berusia 7 tahun. Ia sering merayakan golnya dengan mengangkat jari-jarinya membentuk angka "304". Ini adalah bentuk penghormatan Yamal atas kesuksesannya untuk kota kelahirannya — lingkungan Rocafonda di Mataro – sebuah kota dengan kode pos 08304.
Sumber: https://laodong.vn/the-thao/5-dieu-can-biet-ve-lamine-yamal-1364402.ldo






Komentar (0)