Siapa pun yang berencana membeli rumah atau memiliki apartemen pasti ingin mendekorasinya dengan sempurna. Baik Anda berencana mendesain vila atau apartemen, gaya desain merupakan faktor utama yang menentukan ruang interior.
Gaya modern
Gaya modern cocok untuk apartemen kecil (Foto: Decorilla).
Ciri khas gaya desain modern adalah garis-garis lurus dan fokus pada fungsi, serta membatasi aksesori dan dekorasi yang rumit. Gaya desain ini menekankan kesederhanaan dan minimnya warna.
Bentuk-bentuk geometris yang umum digunakan antara lain persegi, persegi panjang, dan lingkaran, dengan permukaan halus, tanpa pola atau batas. Setiap detail disederhanakan semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan penggunaan.
Gaya desain ini mengutamakan penggunaan warna-warna netral seperti putih, krem, cokelat, dan hitam. Desain interior modern cocok untuk apartemen kecil yang membutuhkan optimalisasi ruang.
Gaya Nordik
Gaya Skandinavia menghadirkan kesan mewah dan canggih (Foto: Decorilla).
Karakteristik gaya Skandinavia dapat diringkas dalam tiga kata: fungsionalitas, kesederhanaan, dan kecanggihan. Meskipun gaya desain ini sederhana, detail-detailnya dipadukan dengan sempurna untuk menciptakan kemewahan, privasi, dan kecanggihan.
Para ahli desain sering menggunakan warna putih sebagai warna utama. Kayu khususnya merupakan material yang tak tergantikan. Langit-langit, lantai, dan dinding kayu sangat umum dalam gaya ini. Selain itu, cahaya alami dimaksimalkan.
Gaya Nordik cocok untuk apartemen kecil yang perlu menciptakan ruang lapang dan canggih.
gaya Indochina
Gaya Indochina mengutamakan penggunaan bahan-bahan alami (Foto: Decorilla).
Gaya interior Indo-Cina lahir dari orientalisasi arsitektur interior Prancis. Gaya desain ini populer di vila-vila Prancis kuno. Selain estetika, gaya Indo-Cina juga memenuhi dan sesuai dengan kebiasaan hidup serta iklim tropis, panas, dan lembap di Vietnam.
Warna khas gaya interior ini adalah kuning muda, kuning krem, putih, dipadukan dengan warna furnitur kayu dan rotan.
Detail dekoratif seringkali berupa kerajinan tangan yang dijiwai budaya lokal dengan pola dan motif yang kaya dan canggih. Gaya ini mengutamakan penggunaan material alami seperti kayu, rotan, bambu, ubin keramik, dan batu bata bakar.
Gaya minimalis
Gaya minimalis menekankan kesederhanaan (Foto: Salvatori).
Sesuai namanya, gaya ini menekankan minimalis dan meminimalkan dekorasi. Dekorasi seringkali terbatas pada permukaan datar seperti penggunaan lampu langit-langit dan lemari tanam.
Berkat penggunaan garis-garis sederhana dan dekorasi terbatas pada permukaan datar, desain ini menciptakan ruang arsitektur yang indah, lapang, dan luas.
Biasanya, gaya desain ini menggunakan tidak lebih dari tiga warna dan dibagi menjadi warna latar belakang, warna dominan, dan warna aksen.
Cat dinding seringkali dipilih warna putih untuk memberikan efek visual. Barang-barang ditata secara minimalis, sesuai dengan kebutuhan penggunaan dan estetika.
Gaya ini cocok untuk desain kantor, apartemen kecil atau orang yang menyukai kerapian, kebebasan, dan keterbukaan.
Gaya neoklasik
Gaya desain neoklasik merupakan kombinasi harmonis antara klasik dan modern (Foto: Decorilla).
Gaya desain neoklasik merupakan perpaduan antara interior klasik dan modern. Gaya interior ini berfokus pada detail dekoratif yang rumit, menggunakan lengkungan halus, dan dipadukan dengan sistem molding yang kompleks. Gaya desain neoklasik sangat populer karena kemewahan dan gayanya.
Ciri khas gaya ini adalah penekanan pada material berkualitas tinggi seperti kulit, kayu, dan marmer. Furnitur juga dipilih dengan cermat untuk menunjukkan kelas pemilik rumah.
Warna-warna yang menonjolkan keanggunan gaya ini adalah hitam, merah anggur, abu-abu, dan lumut. Pola-pola dekoratif juga diukir dengan rumit dan halus.
Gaya ini cocok untuk villa atau apartemen mewah dengan ruangan besar.
Gaya pedesaan
Gaya pedesaan menghadirkan nuansa segar ke dalam rumah (Foto: Decor Aid).
Rustic adalah gaya desain interior yang menekankan kesederhanaan dan keindahan alam. Gaya ini memadukan furnitur modern dan material alami.
Kain yang terbuat dari serat alami kasar dan sedikit usang seperti linen, goni, rami, katun, linen, dan wol paling mewakili karakteristik gaya pedesaan. Dekorasi yang tak terpisahkan adalah karpet, handuk, selimut, gorden, dan taplak meja tanpa pola.
Gaya tropis
Gaya tropis menghadirkan rasa keterhubungan dengan alam (Foto: Decorilla).
Gaya tropis disukai banyak orang karena menghadirkan rasa keterhubungan dengan alam melalui warna dan tanaman hias di dalam rumah. Selain itu, desain ini juga menggunakan dekorasi unik sesuai karakteristik lokal.
Warna-warna yang umum digunakan antara lain hijau, kuning, krem, dan biru. Warna-warna ini mengingatkan kita pada birunya laut, putihnya pasir, dan kuningnya sinar matahari. Pola yang digunakan sebagai aksen antara lain pohon palem, pohon kelapa, dan ombak laut.
Dengan gaya ini, pepohonan hijau didekorasi di ruang tamu, pintu masuk, kamar mandi... Gaya interior ini cocok untuk kedai kopi, apartemen besar, atau pemilik rumah yang mencintai pepohonan dan alam.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/bat-dong-san/7-phong-cach-pho-bien-ai-cung-can-biet-neu-muon-lam-noi-that-nha-20241003133611013.htm
Komentar (0)