Tahun Baru Imlek secara tradisional merupakan waktu untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga, tetapi bagi banyak orang, ini adalah periode stres fisik dan mental yang signifikan. Jadwal yang padat, pola tidur yang terganggu, kebiasaan makan yang tidak teratur, dan kekhawatiran akhir tahun dapat menyebabkan penumpukan stres yang berkepanjangan. Ketika stres tidak diatasi, tubuh terus menerus melepaskan hormon seperti kortisol, yang mengganggu detak jantung, tekanan darah, tidur, dan suasana hati. Dalam konteks ini, secangkir teh herbal panas tidak hanya memberikan bantuan langsung tetapi juga dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi stres.
- 1. Teh chamomile mengurangi stres.
- 2. Teh lavender
- 3. Teh perilla dan lemon
- 4. Teh hijau
- 5. Teh akar valerian
- 6. Teh Bunga Markisa
- 7. Teh Ashwagandha
- 8. Teh Kemangi
Namun, tidak semua teh diciptakan sama; beberapa teh menonjol karena mengandung senyawa bioaktif yang membantu tubuh dan pikiran secara bertahap kembali ke keadaan seimbang.
Berikut delapan jenis teh yang dikenal karena kemampuannya untuk meningkatkan relaksasi dan mengurangi stres:
1. Teh chamomile mengurangi stres.
Teh chamomile diseduh dari bunga chamomile kering, dan memiliki aroma yang lembut serta rasa yang sedikit manis. Sejak lama, teh ini telah digunakan sebagai cara alami untuk bersantai.
Bunga krisan mengandung apigenin, antioksidan yang dapat mengikat reseptor tertentu di otak, sehingga meningkatkan relaksasi dan mengurangi kecemasan. Apigenin juga dipercaya berkontribusi menurunkan detak jantung dan tekanan darah, membantu tubuh memasuki keadaan istirahat dengan lebih mudah.

Teh chamomile membantu mengurangi stres di awal tahun.
2. Teh lavender
Teh lavender dibuat dari kuncup bunga ungu kecil dari tanaman lavender. Tidak hanya terkenal dalam aromaterapi, lavender, ketika dikonsumsi sebagai teh, juga dipercaya memiliki efek menenangkan.
Penelitian menunjukkan bahwa teh lavender dapat membantu mengurangi kecemasan dengan memengaruhi sistem saraf secara lembut. Selain itu, teh ini dapat memperlambat detak jantung dan membantu menurunkan tekanan darah, yang sangat bermanfaat selama periode stres yang berkepanjangan.
3. Teh perilla dan lemon
Lemon balm ( Melissa officinalis ), yang termasuk dalam keluarga mint, menghasilkan teh dengan rasa jeruk yang ringan dan mudah diminum. Herba ini sering digunakan untuk memperbaiki suasana hati dan membantu tubuh rileks.
Daun lemon balm dipercaya dapat meningkatkan kadar GABA di otak – neurotransmitter yang berperan penting dalam mengatur stres dan meningkatkan ketenangan. Oleh karena itu, teh lemon balm dapat mendukung tidur dan membantu pengguna merasa lebih rileks saat mengalami kecemasan.
4. Teh hijau
Teh hijau adalah salah satu jenis teh yang paling populer di dunia . Ciri khas teh hijau adalah mengandung L-theanine, asam amino yang dapat membantu tubuh rileks tanpa menyebabkan kantuk.
Berkat L-theanine, teh hijau dapat membantu peminumnya merasa lebih tenang sekaligus tetap fokus. Namun, teh hijau tetap mengandung kafein – sekitar 37 mg per cangkir 350 ml. Mereka yang sensitif terhadap kafein sebaiknya menghindari minum teh hijau di siang atau malam hari, atau memilih teh tanpa kafein.

Teh hijau dapat membantu tubuh rileks dan mengurangi stres di awal tahun.
5. Teh akar valerian
Akar valerian telah lama digunakan sebagai obat tidur dan peredam stres. Dapat dikonsumsi sebagai suplemen makanan atau diseduh menjadi teh.
Senyawa dalam akar valerian berpotensi meningkatkan kadar GABA di otak, membantu menenangkan sistem saraf. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan akar valerian dapat meningkatkan kualitas tidur dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, terutama pada orang yang sering stres.
6. Teh Bunga Markisa
Teh bunga markisa terbuat dari daun, batang, dan bunga tanaman Passiflora incarnata . Teh ini telah digunakan selama berabad-abad sebagai obat penenang alami.
Meskipun mekanisme kerjanya masih dipelajari, beberapa bukti menunjukkan bahwa bunga passionflower mungkin berinteraksi dengan reseptor GABA di otak, sehingga meningkatkan relaksasi. Dalam beberapa kasus, bunga passionflower bahkan terbukti mengurangi gejala kecemasan hingga tingkat yang setara dengan beberapa obat.
7. Teh Ashwagandha
Teh ashwagandha dibuat dari akar tanaman ashwagandha, ramuan penting dalam pengobatan Ayurveda India. Ashwagandha diklasifikasikan sebagai "adaptogen," yang berarti membantu tubuh merespons stres dengan lebih efektif.
Ramuan ini dapat membantu mengurangi kecemasan dengan menurunkan kadar kortisol – hormon yang berhubungan langsung dengan stres. Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang menggunakan ashwagandha sering mengalami peningkatan ketenangan yang nyata setelah beberapa waktu penggunaan.
Sebagian besar orang dapat mentolerir ashwagandha dengan baik dalam jangka pendek, meskipun beberapa orang mungkin mengalami efek samping ringan seperti sakit perut, mual, kantuk, atau diare.
8. Teh Kemangi
Kemangi, atau tulsi, adalah salah satu ramuan adaptogenik dalam pengobatan Ayurveda dan sama sekali bebas kafein. Hal ini memungkinkan pengguna untuk minum teh tulsi kapan saja sepanjang hari.
Kemangi dipercaya dapat mengurangi stres dan kecemasan dengan menurunkan kadar kortisol. Sebuah studi selama delapan minggu mencatat bahwa orang yang mengonsumsi kemangi mengalami penurunan tingkat stres yang signifikan, bersamaan dengan peningkatan kualitas tidur.
Menyeduh teh dengan benar membantu mengoptimalkan manfaat relaksasi dari teh herbal. Suhu air biasanya berkisar antara 70-90°C, sedangkan waktu penyeduhan bisa antara 2-10 menit, tergantung jenis tehnya. Pengguna harus selalu merujuk pada petunjuk pada kemasan produk untuk mengetahui suhu dan waktu penyeduhan yang tepat, sehingga rasa dan senyawa bermanfaat dalam teh tetap terjaga.
Silakan tonton video berikut untuk informasi lebih lanjut:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/8-loai-tra-giup-thu-gian-giam-cang-thang-trong-dip-dau-nam-16926012620581283.htm







Komentar (0)