Menurut koresponden VNA di Sydney, pada tanggal 28 Mei, Rumah Sakit Royal Melbourne (RMH) mengumumkan bahwa ilmuwan Australia telah membuat terobosan dalam uji klinis obat baru yang mampu menghambat tumor pada pasien dengan kanker otak glioma ganas tingkat rendah (LGG).
Ini adalah uji coba pertama yang dilakukan pada platform bedah otak Brain Perioperative (BrainPOP) yang mutakhir.
LGG adalah bentuk kanker otak yang tumbuh lambat dan sangat memengaruhi pasien, sebagian besarnya kaum muda.
Penyakit ini dikaitkan dengan mutasi pada gen IDH dan telah lama dianggap tidak dapat disembuhkan, dengan pilihan pengobatan yang terbatas.
Dalam studi percontohan, para ilmuwan menggunakan Safusidenib, inhibitor oral yang menargetkan gen IDH1 yang bermutasi. Obat ini diuji pada sampel tumor sebelum dan sesudah pengobatan, dengan hasil yang sangat menjanjikan.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine.
Profesor Kate Drummond, Kepala Bedah Saraf di RMH, mengatakan uji coba tersebut tidak hanya membuka pendekatan baru untuk mengobati LGG tetapi juga menawarkan harapan bagi sekelompok pasien dengan penyakit yang mematikan ini.
Dr Jim Whittle, Peter MacCallum Cancer Centre, menekankan bahwa penelitian tersebut membuktikan BrainPOP adalah platform yang aman dan efektif, membantu mempersonalisasi perawatan dan mengidentifikasi pasien yang merespons obat paling baik.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/australia-thu-nghiem-thanh-cong-thuoc-moi-dieu-tri-ung-thu-nao-post1057853.vnp
Komentar (0)