Menurut Dr. Nguyen Trong Hung dari Institut Gizi Nasional, selama Tet (Tahun Baru Imlek), banyak keluarga membuat banh chung (kue beras tradisional Vietnam) dan tidak memakannya semua, sehingga mereka menyimpannya di kompartemen dingin lemari es. Ini adalah cara yang aman untuk mengawetkannya dan membantu agar kue tersebut bertahan lebih lama.
Sebenarnya, jika disimpan di lemari es, kue beras akan membeku sepenuhnya, sebuah fenomena yang dikenal sebagai "pembekuan ulang". Namun, jika dibiarkan di luar ruangan dalam cuaca panas dan lembap, bakteri dapat dengan mudah berkembang biak, menyebabkan kue menjadi busuk atau berjamur. Oleh karena itu, pendinginan adalah satu-satunya cara untuk menjaga kue agar tetap awet lebih lama. Saat menggunakannya, cairkan, kukus, atau goreng, dan kue tersebut tetap akan lezat.
Kue ketan (Bánh chưng) yang disimpan di lemari es selama 3-4 minggu masih bisa dimakan jika disimpan dengan benar. Jika disimpan di lemari es, suhunya harus dijaga pada 4 derajat Celcius, atau Anda bisa menyimpannya di dalam freezer. Saat dikeluarkan, kue tidak akan berjamur atau asam; kue akan tetap normal, hanya beku, dan masih bisa dicairkan dan dimakan.
Namun, jika kue menunjukkan tanda-tanda seperti cairan yang bocor, bau tengik, atau tekstur lengket pada bagian luarnya, kue tersebut tidak boleh diproses lebih lanjut dan harus dibuang karena telah terkontaminasi bakteri, yang dapat merusak kue dan mudah menyebabkan gangguan pencernaan atau keracunan makanan jika dikonsumsi.
Sebenarnya, terlepas dari jenis makanannya, bukan hanya kue ketan (bánh chưng), jika dibiarkan terlalu lama di lemari es, bahan-bahannya akan berubah. Bahkan jika kue tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda basi, memanaskannya kembali tidak akan mengembalikan rasa aslinya. Sebaiknya dimakan sesegera mungkin dan jangan disimpan terlalu lama.
Banyak keluarga menggoreng ketan untuk menambah variasi makanan, tetapi mengonsumsi ketan goreng secara teratur akan memasukkan banyak lemak ke dalam tubuh, yang tidak baik untuk kesehatan. Cara terbaik adalah memotong ketan menjadi potongan kecil, lalu merebusnya, memasaknya dengan microwave, atau mengukusnya di atas rak dalam penanak nasi. Dengan cara ini, ketan akan kembali lembut, tetap lezat, dan saat dimakan, tubuh tidak menyerap terlalu banyak lemak berbahaya.
Sumber







Komentar (0)