Sohu (Tiongkok) memuat artikel: "Tim Vietnam kalah 0-4 dari Malaysia. Rival lama Tiongkok itu tumbang secepat kilat". Artikel tersebut mengenang masa keemasan tim Vietnam di bawah asuhan Park Hang Seo dan mengakui bahwa "Naga Emas" itu jatuh terlalu cepat ketika kalah dari tim peringkat 131 dunia , Malaysia.
Surat kabar Sohu mengatakan bahwa tim Vietnam runtuh dengan kecepatan cahaya (Foto: VFF).
Sohu berkomentar: "Ingatkah Anda hari pertama Tet 2022? Saat itu, tim Vietnam dengan gemilang mengalahkan Tiongkok dengan skor 3-1. Hal itu membuat penggemar Vietnam heboh."
Hanya tiga tahun kemudian, tim yang membuat Tiongkok menderita kekalahan memalukan dari Malaysia, berada di peringkat 131 dunia dengan skor 0-4. Namun, setelah itu, para pemain Vietnam tak lagi mampu menunjukkan kemampuan mereka. Beberapa pemain ditangkap karena pengaturan pertandingan. Enam pemain dijatuhi hukuman penjara dengan total 38 tahun.
Dari "kuda hitam Asia", sepak bola Vietnam terbebas lebih cepat daripada lokasi konstruksi yang terbengkalai dan belum selesai. Di lapangan, sekelompok pemain naturalisasi Malaysia bermain seperti sedang berjalan-jalan. Figueiredo, Holgado, Corbin-ong hanyalah nama-nama pemain kelas dua di Amerika Selatan dan Eropa. Namun, mereka hanya butuh 11 menit untuk mencetak 3 gol berturut-turut. Kiper Vietnam itu berdiri seperti manekin di pusat perbelanjaan.
Dalam pertandingan ini, pemain Malaysia mengoper bola dengan akurasi 85%. Angka tersebut hanya 65% untuk tim Vietnam. Tingkat konversi tembakan Malaysia adalah 25%, sementara tim Vietnam hanya 5%. Ini seperti pertandingan antara orang dewasa dan siswa sekolah dasar.
Tim Vietnam kalah dari bintang naturalisasi Malaysia (Foto: FAM).
Dulu, tim Vietnam begitu hebat. Mereka meraih posisi runner-up Piala Asia U-23 dengan sekumpulan pemain berbakat dan meraih banyak prestasi di tingkat tim nasional. Gelombang naturalisasi di Asia Tenggara telah menghancurkan kapal tua tim Vietnam.
Malaysia dan Indonesia punya banyak pemain naturalisasi yang tingginya setara penjaga gawang. Pemain Vietnam hampir tak mampu bersaing. Mereka bagaikan sepeda yang menabrak truk.
Suporter Vietnam dulu menertawakan sepak bola Tiongkok, tetapi kemudian mereka runtuh dengan cepat. Sepak bola Vietnam runtuh hanya dalam 5 tahun. Jika mereka lambat, mereka mungkin akan terus terpuruk oleh gelombang naturalisasi di Asia Tenggara.
Mungkin, tim Vietnam lebih khawatir mengalahkan Maladewa terlebih dahulu, daripada menghadapi tim Asia."
Sumber: https://dantri.com.vn/the-thao/bao-trung-quoc-noi-thang-dieu-dau-long-ve-doi-tuyen-viet-nam-20250615183230894.htm
Komentar (0)