SGGPO
Karena konflik emosional, H. menggunakan pistol untuk menembak dan mengancam kekasihnya untuk bunuh diri dengan meminum pembunuh ganja.
Pada tanggal 25 November, seorang pemimpin Kejaksaan Rakyat Distrik Dak Mil (Provinsi Dak Nong ) mengatakan bahwa Badan Investigasi Kepolisian Distrik Dak Mil sedang menyelidiki dan memverifikasi kasus seorang pria yang menggunakan senjata api untuk memaksa orang lain meminum racun guna bunuh diri di sebuah motel.
Menurut informasi awal, sekitar pukul 09.00 tanggal 22 November, PNH (39 tahun, tinggal di Distrik Dak Song, Provinsi Dak Nong) dan Sdri. NTNL (30 tahun, tinggal di Distrik Ea H'leo, Provinsi Dak Lak ) pergi ke sebuah motel di Kota Dak Mil (Distrik Dak Mil) untuk menyewa kamar. Saat memasuki kamar, H. membawa senjata api (pistol yang menembakkan peluru timah), pisau, dan botol plastik hijau (diduga berisi ganja yang dibakar).
Di sini, H. mengancam Ny. L. dengan pistol dan pisau, memaksanya minum obat dari botol plastik biru. Karena takut, Ny. L. membuka botol plastik, menuangkan larutan ke tutupnya, menyesapnya, tetapi langsung memuntahkannya. Melihat itu, H. menembakkan pistol, sehingga Ny. L. berlari ke kamar mandi. Pada saat itu, H. menendang pintu hingga terbuka dan menembak, mengenai tangan Ny. L..
Motel tempat kejadian terjadi |
Mendengar teriakan minta tolong, pemilik motel membuka pintu dan Nyonya L. berlari keluar dan dibawa ke ruang gawat darurat oleh semua orang. Nyonya H. mengurung diri di kamar motel dan mengambil obat dari botol plastik biru. Segera setelah itu, Nyonya H. ditundukkan oleh polisi kota Dak Mil dan dibawa ke ruang gawat darurat.
Penyebab awalnya dipastikan karena konflik emosional antara H. dan Ibu L.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)