Menurut RT, mengutip pernyataan pada konferensi pers 26 Januari, Presiden Alexander Lukashenko mengatakan bahwa rudal Oreshnik akan ditempatkan di dekat Smolensk, sebuah kota Rusia yang terletak sekitar 60 km di sebelah timur perbatasan Belarus. Namun, Bapak Lukashenko tidak menutup kemungkinan bahwa rudal tersebut dapat ditempatkan di lokasi lain di kemudian hari.
"Kami akan segera memiliki Oreshnik, mungkin dalam beberapa hari. Kami telah sepakat dengan Presiden Vladimir Putin bahwa sistem yang akan datang akan dikirimkan ke Belarus bahkan lebih awal daripada ke Rusia," ujarnya.
Fragmen Oreshnik mengungkap kebenaran tentang usia rudal Rusia yang 'baru'
Ketika diminta mengonfirmasi jadwal pengiriman senjata, Presiden Lukashenko mengakui belum ada tanggal pasti. Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan lokasi penempatan akan didasarkan pada spesifikasi teknis rudal.
Pemimpin Belarus tersebut mengatakan bahwa awalnya negaranya ingin menerima setidaknya 10 sistem rudal Oreshnik, tetapi transfer dalam skala sebesar itu sulit dilakukan karena alasan ekonomi , terutama ketika Rusia juga perlu mengerahkan Oreshnik. "Satu Oreshnik saja sudah cukup untuk melindungi Belarus," tambah Bapak Lukashenko.
Diagram yang menunjukkan proses peluncuran dan penjatuhan hulu ledak ke target rudal Oreshnik
Rudal Oreshnik pertama kali digunakan oleh Rusia dalam serangan di kota Dnipro, Ukraina tengah pada tanggal 21 November 2024, sebagai tanggapan atas peluncuran rudal ATACMS jarak jauh dan Storm Shadow yang dipasok oleh Barat jauh ke wilayah Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa tidak ada sistem pertahanan udara Barat yang dapat mencegat Oreshnik. Komandan militer Ukraina Oleksandr Syrsky juga mengakui pada 19 Januari bahwa negaranya tidak memiliki senjata yang mampu mencegat rudal tersebut.
Dalam perkembangan lain, Bapak Lukashenko memenangkan mayoritas suara dalam pemilihan presiden Belarus, menurut Reuters. Menurut hasil awal yang disiarkan di televisi pemerintah Belarus pada 26 Januari, Presiden Lukashenko jelas mendominasi dengan hampir 88% suara dalam pemilihan presiden negara tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Bapak Lukashenko (70 tahun), yang telah memimpin Belarus sejak 1994, kemungkinan besar akan memenangkan masa jabatan presiden kelimanya yang ketujuh.
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko memberikan suara dalam pemilihan presiden di Minsk pada 26 Januari 2025.
Segera setelah hasil pemilihan pendahuluan, Uni Eropa (UE) menolak keabsahan pemilihan Belarusia dan mengancam akan menjatuhkan sanksi baru terhadap negara Eropa Timur tersebut.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/belarus-chuan-bi-nhan-ten-lua-oreshnik-tu-nga-185250127082221316.htm
Komentar (0)