Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Kementerian Informasi dan Komunikasi dan operator jaringan menggunakan pengenal untuk mencegah panggilan peniruan identitas.

Báo Sài Gòn Giải phóngBáo Sài Gòn Giải phóng27/10/2023

[iklan_1]

SGGPO

Kementerian Informasi dan Komunikasi menyatakan bahwa mulai 27 Oktober, semua nomor telepon unit di bawah Kementerian Informasi dan Komunikasi yang melakukan panggilan telepon akan menampilkan pengenal "BO TTTT". Demikian pula, panggilan dari perusahaan telekomunikasi ke pelanggan juga akan menampilkan pengenal operator jaringan.

Số gọi đến hiển thị định danh của Bộ TT-TT ảnh 1

Caller ID menampilkan identitas Kementerian Informasi dan Komunikasi

Untuk mencegah penipuan melalui panggilan palsu, pimpinan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menginstruksikan penerapan pemberian merek dagang (brandname Voice) pada nomor-nomor hotline unit di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika, pemberian merek dagang pada operator seluler dan operator telekomunikasi tetap seperti VNPT, Viettel, MobiFone , FPT... Solusi ini juga akan membantu masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai metode dan trik yang kerap digunakan oknum untuk melakukan penipuan.

Sehubungan dengan itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberitahukan kepada instansi, organisasi, badan usaha, dan masyarakat bahwa mulai tanggal 27 Oktober 2023, seluruh nomor telepon yang digunakan oleh masyarakat dari unit kerja di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu Kantor Kementerian, Dinas Pers, Dinas Keamanan Informasi, Dinas Telekomunikasi, dan Dinas Frekuensi Radio akan menggunakan nomor pengenal "BO TTTT".

Mulai 27 Oktober 2023, nomor telepon perusahaan telekomunikasi saat menghubungi pelanggan yang menggunakan layanan ini juga akan menampilkan nama pengenal. Misalnya: VNPT, VinaPhone (jaringan Vinaphone), VIETTELCSKH (jaringan Viettel);FPT SHOP (jaringan FPT), LOCAL (jaringan ASIM)...

Nomor telepon yang menghubungi orang yang mengaku sebagai unit di bawah Kementerian Informasi dan Komunikasi termasuk Kantor Kementerian, Departemen Pers, Departemen Telekomunikasi, Departemen Keamanan Informasi, Departemen Frekuensi Radio; mengaku sebagai perusahaan telekomunikasi (Vinaphone, Viettel , FPT..), tetapi tidak menampilkan nama identifikasi yang menyertainya, semuanya adalah nomor telepon palsu, yang menunjukkan tanda-tanda penipuan.

Apabila menerima panggilan dari nomor telepon palsu, masyarakat perlu melaporkan ke nomor penerima laporan panggilan spam dan panggilan bertanda penipuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, yakni 156, 5656, atau melaporkan ke operator telekomunikasi yang mengelola pelanggannya untuk meminta penanganan.

Belakangan ini, beberapa pelaku menggunakan nomor telepon rumah dan telepon seluler palsu yang mengaku dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kepolisian, Kejaksaan, bank, operator telekomunikasi, dan sebagainya, untuk menghubungi nomor telepon rumah dan telepon seluler milik orang lain. Tujuan pelaku ini adalah mengumpulkan informasi untuk mengintimidasi dan menipu, sehingga merampas hak milik orang lain. Fenomena ini semakin meningkat dan kompleks, memicu kemarahan publik dan memengaruhi aktivitas berbagai lembaga, organisasi, dan individu.


[iklan_2]
Sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk