Pada sore hari tanggal 12 Mei, Kementerian Kesehatan mengeluarkan pedoman profesional untuk pemeriksaan kesehatan rutin bagi masyarakat di seluruh negeri, menyusul penandatanganan Direktif 17 oleh Pemerintah tentang penyelenggaraan pemeriksaan atau skrining kesehatan rutin gratis.
![]() |
Warga akan menerima pemeriksaan atau skrining kesehatan rutin tahunan secara gratis. (Gambar ilustrasi) |
Menurut Wakil Menteri Kesehatan Tran Van Thuan, tujuan program ini adalah agar mulai tahun 2026, setiap warga negara akan menerima setidaknya satu kali pemeriksaan atau skrining kesehatan gratis setiap tahunnya, dan juga memiliki rekam medis elektronik untuk melacak kesehatan mereka sepanjang hidup.
Ini dianggap sebagai pergeseran besar dalam industri perawatan kesehatan dari pola pikir "penyembuhan" ke pola pikir "pencegahan", yang membantu mendeteksi risiko sejak dini, mengurangi biaya pengobatan, dan membatasi beban penyakit.
Sesuai dengan pedoman baru, anak-anak di bawah usia 6 tahun akan menjalani pemeriksaan kesehatan rutin sebagaimana diatur dalam Keputusan 1284 Kementerian Kesehatan yang dikeluarkan pada tanggal 7 Mei 2026.
Untuk kelompok usia 6 hingga di bawah 18 tahun, masyarakat akan menerima pemeriksaan klinis sesuai dengan mẫu dalam Surat Edaran 32/2023 Kementerian Kesehatan. Tes paraklinis akan dipesan bila diperlukan atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kapasitas dukungan setempat.
Individu berusia 18 tahun ke atas akan menjalani pemeriksaan klinis lengkap beserta beberapa tes dasar untuk mendeteksi penyakit umum sejak dini. Tes-tes ini meliputi hitung sel darah lengkap, kadar glukosa darah, tes fungsi hati dan ginjal, urinalisis, dan rontgen dada.
Kementerian Kesehatan mewajibkan fasilitas kesehatan untuk memesan tes khusus atau merujuk pasien lebih awal jika mereka mendeteksi tanda-tanda mencurigakan tuberkulosis paru, tumor paru, atau penyakit serius lainnya melalui pemeriksaan dan pencitraan.
Untuk pekerja perempuan, isi pemeriksaan ginekologis dilakukan sesuai dengan lampiran terpisah dari Surat Edaran 32/2023. Selain itu, pedoman tersebut juga menetapkan pemeriksaan kesehatan terpisah untuk pelajar, pegawai negeri, pengemudi, staf maskapai penerbangan, pelaut, dan banyak kelompok pekerjaan khusus lainnya.
Menurut Kementerian Kesehatan, program ini bertujuan tidak hanya untuk mendeteksi penyakit sejak dini tetapi juga untuk membangun basis data kesehatan nasional. Kesehatan setiap warga negara akan terus dipantau melalui rekam medis elektronik, yang membantu sektor kesehatan mengelola risiko penyakit dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif.
Pihak berwenang setempat diharuskan untuk memprioritaskan pasien dan menjadwalkan janji temu sesuai dengan prioritas tersebut untuk menghindari kelebihan beban di rumah sakit dan mempermudah akses layanan bagi masyarakat.
Para ahli percaya bahwa jika diimplementasikan secara efektif, kebijakan pemberian pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh warga negara dapat mengubah kebiasaan perawatan kesehatan masyarakat Vietnam. Saat ini, banyak penyakit berbahaya seperti kanker, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan penyakit paru-paru kronis seringkali terlambat terdeteksi karena masyarakat jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Sementara itu, skrining dini meningkatkan peluang pengobatan, mengurangi angka kematian, dan secara signifikan menghemat biaya perawatan kesehatan. Program ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan pada rumah sakit tersier dan meningkatkan akses ke layanan kesehatan di daerah terpencil.
Sumber: https://baobacninhtv.vn/bo-y-te-cong-bo-chi-tiet-danh-muc-kham-suc-khoe-dinh-ky-mien-phi-postid445430.bbg










Komentar (0)