Menurut AVP, serangan udara yang menggunakan empat bom berpemandu KAB Rusia generasi baru menghancurkan pusat kendali militer Ukraina yang terletak di tepi kanan Sungai Dnieper, wilayah Kherson.
Menurut sumber militer, serangan itu dilakukan dengan presisi tinggi. Rekaman yang diperoleh jurnalis AVP menunjukkan momen serangan presisi Rusia tersebut. Akibatnya, pusat kendali militer Angkatan Bersenjata Ukraina, beserta pos komandonya, hancur. Hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai jumlah korban dalam serangan tersebut.
(Foto: AVP)
Sebelumnya, pada 23 Juni, RT juga melaporkan serangan udara bom Rusia FAB-3000 yang menargetkan posisi militer di garis depan Liptsy, wilayah Kharkov.
Beberapa kanal Telegram Rusia yang melaporkan konflik Ukraina mengutip sumber-sumber lokal yang menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan area penempatan salah satu batalyon Brigade Pasukan Khusus ke-13 Garda Nasional Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan komentar terkait insiden tersebut.
(Sumber: RT)
Pada hari Kamis (20 Juni), militer Rusia dilaporkan menggunakan bom serupa untuk menyerang sebuah gedung tiga lantai di Liptsy yang tampaknya juga digunakan oleh militer Ukraina. Menurut video yang dirilis mengenai serangan tersebut, gedung tersebut tidak terkena serangan langsung, tetapi tetap mengalami kerusakan yang signifikan.
Pakar militer Rusia mengatakan bom FAB-3000 cukup kuat untuk menghancurkan benteng terkuat sekalipun. Selain itu, integrasi teknologi baru memungkinkannya menyerang target dengan presisi tinggi.
Baik pakar Rusia maupun Barat mengatakan bahwa bom berpemandu Rusia menimbulkan ancaman yang sangat serius terhadap Ukraina dan sangat sulit dicegat.
Rusia melancarkan serangan di wilayah Kharkiv pada awal Mei dan telah menguasai sekitar selusin permukiman. Pengerahan operasi militer di wilayah tersebut bertujuan untuk membangun "pagar" guna melindungi wilayah perbatasan Rusia dari serangan artileri dan pesawat tak berawak Ukraina yang sering terjadi.
HOA AN (Menurut AVP, RT)
[iklan_2]
Sumber: https://www.nguoiduatin.vn/bom-dan-duong-kab-nga-pha-huy-trung-tam-kiem-soat-quan-su-cua-ukraine-a669836.html
Komentar (0)