W-su30mk21.jpg

Pada pukul 04.00 dini hari tanggal 2 Oktober, ratusan perwira dan prajurit Resimen Angkatan Udara 927 dan Resimen Angkatan Udara 916 (Divisi 371, Pertahanan Udara - Dinas Angkatan Udara) dengan tekun mempersiapkan pesawat agar siap melaksanakan misi dalam latihan Daerah Pertahanan Kota Hanoi tahun 2024 (HN-24).

Latihan ini melibatkan koordinasi antara cabang dan senjata militer dengan berbagai bentuk pertempuran, menggunakan berbagai jenis senjata, peralatan, dan teknik modern yang diproduksi dan ditingkatkan oleh Angkatan Darat.

Resimen Angkatan Udara 927 (Divisi 371) berpartisipasi dalam latihan pengeboman dengan jet tempur SU-30MK2 "king cobra".

W-su30mk2 5.jpg

Setelah menyelesaikan pemeriksaan pesawat, tim teknis memasang bom di rak, siap bagi pilot dan awak pesawat untuk lepas landas dan melaksanakan misi mereka.

W-ladder.jpg

Di area persiapan pesawat Resimen 916 (Divisi 371), tim teknis dan pilot juga memeriksa helikopter secara cermat sebelum menjalankan misi.

Roket-roket tersebut dengan cepat dimuat ke dalam tabung peluncuran di tiang helikopter militer oleh tim teknis.

W-truc thang 6.jpg
W-tangga tengah 7.jpg

Dua helikopter militer menerima perintah untuk lepas landas dan segera mendekati sasaran di Lapangan Tembak Nasional, Wilayah 1 (TB1).

W-z5889288468976_948410df101277d70c9d5d74a2b0d744 copy.jpg

Dua helikopter meluncurkan roket dari kedua sisi gunung untuk menghancurkan target darat, berhasil menyelesaikan misi yang ditugaskan.

Kapten Vuong Dinh Long, Komandan Skuadron 1 (Resimen 916), mengatakan bahwa proses pemindahan kedua helikopter dari bandara ke lapangan tembak mengharuskan mereka menghindari dan melewati medan pegunungan untuk memastikan taktik. Di saat yang sama, kedua awak pesawat perlu berkoordinasi dengan lancar untuk menyerang dan menghancurkan target secepat dan seefektif mungkin.

W-su 30mk2 10 copy.jpg

Selanjutnya, satu skuadron yang terdiri dari dua pesawat tempur SU-30MK2 lepas landas untuk menjatuhkan bom dan menyerang target darat.

Setelah berhasil menyelam dan melakukan serangan bom terhadap target darat, pilot menembakkan peluru sekam untuk menghindari tembakan antipesawat musuh.

Mayor Bui Van Lap, Komisaris Politik Skuadron 1 (Resimen Angkatan Udara 927), mengatakan bahwa perubahan kondisi cuaca berdampak signifikan terhadap kinerja pilot dalam menjalankan misi mereka. Namun, unit tersebut telah memperhitungkan dengan cermat jalur penerbangan, fitur, dan taktik setiap senjata agar dapat menyelesaikan misi dengan sukses.

W-HIEU0231 copy.jpg

Latihan tembak langsung unit-unit tersebut berlangsung sesuai rencana, memastikan keselamatan mutlak bagi manusia dan peralatan teknis.