Baru-baru ini, banyak pengguna media sosial membagikan informasi bahwa jika mereka menerima notifikasi "Verifikasi ID Apple", akun ponsel mereka akan diambil alih. Peringatan ini telah menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, terutama mereka yang menggunakan perangkat iOS Apple.
Berbicara dengan VietNamNet , Tn. Vu Ngoc Son, Direktur Teknis Perusahaan Saham Gabungan Teknologi Keamanan Siber Nasional (NCS), mengatakan peringatan ini adalah informasi palsu.
Menurut Tuan Son, peringatan palsu ini dikeluarkan bersamaan dengan informasi dari Apple yang memperingatkan pengguna iPhone di lebih dari 90 negara tentang serangan spyware yang ditargetkan, sehingga banyak orang mempercayainya nyata.
Namun, serangan yang diperingatkan Apple tidak ada hubungannya dengan pesan "Verifikasi ID Apple". Jenis serangan yang diperingatkan Apple terhadap pengguna iPhone yang menggunakan kerentanan yang diperingatkan Apple telah disebutkan berkali-kali sebelumnya, yang paling terkenal adalah malware Pegasus yang mengeksploitasi kerentanan di iMessage pada iPhone.
Bapak Tran Quang Hung, Wakil Direktur Departemen Keamanan Informasi ( Kementerian Informasi dan Komunikasi ) mengatakan bahwa unit ini belum mencatat adanya korban karena peringatan tersebut terus menyebar.
"Notifikasi ini mungkin muncul di perangkat seseorang yang telah menerima perangkat tersebut, membeli perangkat bekas tetapi tidak "me-reset" perangkat tersebut dari awal, atau karena alasan tertentu masih menggunakan aplikasi pengguna lama," ujar Bapak Tran Quang Hung.
Senada dengan VietNamNet , seorang perwakilan organisasi Anti-Penipuan mengatakan bahwa informasi yang diperingatkan tidak akurat. Ada beberapa kasus di mana pengguna iPhone yang berbagi akun berbayar dengan orang lain mengalami situasi serupa.
Dengan demikian, pemberitahuan ini muncul saat pengguna telah memasang aplikasi yang diunduh dengan ID Apple lain (mungkin membeli perangkat bekas dengan ID Apple lama, atau menggunakan ID Apple orang lain sebelumnya untuk mengunduh aplikasi tersebut...).
"Dalam beberapa kasus, pengguna berbagi aplikasi berbayar dengan teman-teman mereka untuk menghindari membayar aplikasi yang sama berkali-kali. Dalam hal ini, pengguna hanya perlu masuk dengan ID teman mereka dan mengunduh aplikasi. Setelah diperbarui, aplikasi akan meminta kata sandi untuk verifikasi, dan tidak ada yang berbahaya," jelas pakar proyek Anti-Penipuan tersebut.
Hingga saat ini, para ahli belum mencatat adanya serangan melalui notifikasi "Verifikasi ID Apple". Masyarakat perlu sangat waspada dan tidak membagikan informasi yang belum diverifikasi.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)