Setiap tahun, sekitar awal musim panas (Mei hingga Juni), ketika hujan pertama turun, penduduk Mu Cang Chai ( Yen Bai ) mulai mengalirkan air dari sungai-sungai di atas ke ladang. Ini adalah awal musim panen baru dan juga saat Mu Cang Chai memasuki musim panen—musim kerja, musim reproduksi, dan juga musim yang membuat lanskap di sini unik.
Air dari pegunungan tinggi mengalir melalui setiap sawah terasering, menyelimutinya dengan lapisan cermin berkilau di bawah sinar matahari. Warna cokelat tanah berpadu dengan hijaunya pepohonan, suara gemericik air berpadu dengan jerih payah penduduk setempat, menciptakan pemandangan yang hidup sekaligus damai.
Di pagi hari, kabut tipis menyelimuti ladang; di siang hari, sinar matahari memantulkan cahaya terang di air; di malam hari, bayangan para pekerja terpantul di air – semua menciptakan momen yang biasa saja namun mendalam.
Pengunjung Mu Cang Chai musim ini juga dapat merasakan aktivitas produksi pertanian bersama penduduk setempat seperti membangun tanggul, menanam bibit padi, atau sekadar berjalan-jalan di sepanjang jalan setapak untuk merasakan ritme kehidupan yang lambat di dataran tinggi.
Menurut Giang A Chay, seorang warga lokal sekaligus pemandu wisata, dibandingkan wisatawan , musim banjir di Mu Cang Chai lebih menarik minat fotografer. "Musim ini, fotografer sering datang ke sini untuk mengabadikan momen-momen alami, lebih sepi, dan penuh karakter dataran tinggi," ujar A Chay.
Cuaca selama musim banjir juga cukup menyenangkan, dengan sinar matahari ringan di pagi dan siang hari, dan hujan yang sering turun di sore hari. Sebaiknya pengunjung merencanakan perjalanan dan wisata mereka di pagi hari agar pengalamannya lebih nyaman.
Tempat-tempat seperti La Pan Tan, Che Cu Nha, dan De Xu Phinh dianggap memiliki sawah terasering terluas, tertinggi, dan terindah di Mu Cang Chai. Hal ini merupakan hasil kerja keras dan kreativitas masyarakat Mong selama beberapa generasi, mulai dari pemilihan lokasi, pembentukan sawah, hingga teknik retensi air dan anti-erosi.
Sawah tidak hanya berfungsi untuk produksi tetapi juga menjadi ciri khas lanskap dataran tinggi Barat Laut.
Saat berkunjung ke Mu Cang Chai, pengunjung harus memperhatikan pelestarian lanskap, menghormati ruang hidup penduduk setempat, tidak memasuki ladang tanpa izin, dan membatasi kebisingan di desa. Mempersiapkan sepatu antiselip, pakaian tipis, dan memesan akomodasi secara proaktif sejak dini merupakan hal-hal penting agar perjalanan menjelajahi musim banjir berjalan lancar dan aman.
Musim hujan tidak secemerlang musim padi matang, tidak seramai musim hari raya, tetapi membawa keindahan yang murni dan damai.
Selain Mu Cang Chai, musim banjir juga terasa jelas di banyak daerah dataran tinggi lain di Barat Laut seperti Hoang Su Phi (Ha Giang), Y Ty, Sa Pa, dan Bat Xat (Lao Cai). Setiap tempat memiliki keunikannya masing-masing, tetapi kesamaan terbesar yang dimiliki daerah-daerah ini adalah keindahan pedesaan dan semarak yang dihadirkan oleh musim banjir.
Sumber: https://baohatinh.vn/canh-xieu-long-tai-mu-cang-chai-mua-nuoc-do-post288094.html
Komentar (0)