Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Vietnam, Guido Hildner, menekankan bahwa kunjungan Presiden Frank-Walter Steinmeier diharapkan dapat menciptakan dorongan kuat untuk meningkatkan hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi. (Sumber: chinhphu.vn) |
Berbicara mengenai pentingnya kunjungan kenegaraan Presiden Frank-Walter Steinmeier beserta istrinya ke Vietnam pada tanggal 23-24 Januari, Duta Besar Jerman untuk Vietnam Guido Hildner menekankan bahwa kunjungan tersebut merupakan momen penting dalam hubungan Vietnam-Jerman tahun ini, dan diharapkan dapat menciptakan kekuatan pendorong yang kuat guna meningkatkan hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi.
Menurut Duta Besar Guido Hildner, Presiden Frank-Walter Steinmeier memiliki ekspektasi tinggi terhadap kunjungan ke Vietnam ini. Presiden telah mengenal Vietnam sejak kunjungan sebelumnya sebagai Menteri Luar Negeri Jerman. Presiden Frank-Walter Steinmeier sangat antusias untuk menyaksikan keberhasilan baru Vietnam dalam beberapa tahun terakhir.
Selama kunjungannya ke Vietnam, Presiden Steinmeier akan mengadakan pembicaraan dan pertemuan dengan para pemimpin senior Vietnam. Beliau akan mengunjungi Kuil Sastra di Hanoi , bertemu dengan para siswa, guru, dan mitra perekrutan tenaga kerja untuk mempelajari pertukaran tenaga kerja terampil antara Vietnam dan Jerman. Setelah itu, Presiden diperkirakan akan menghadiri ceramah tentang sejarah dan pengalaman imigrasi.
Duta Besar Guido Hildner menyampaikan bahwa pada hari kerja keduanya di Vietnam, Presiden akan bertolak ke Kota Ho Chi Minh. Di sana, beliau dan delegasi bisnis Jerman akan berdiskusi dengan perwakilan perusahaan-perusahaan di Vietnam mengenai prospek kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.
Presiden kemudian akan mengunjungi Universitas Vietnam-Jerman (VGU) dan menyampaikan pidato di hadapan mahasiswa dan dosen. Vietnam dan Jerman menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1975. Kedua negara meningkatkan status hubungan mereka menjadi kemitraan strategis pada tahun 2011. Sejak tahun 2020, Vietnam telah diklasifikasikan sebagai "Mitra Global" dalam Strategi Kerja Sama Pembangunan Jerman hingga 2030.
Duta Besar Guido Hildner mengatakan bahwa ia secara pribadi terkesan dengan pencapaian yang telah diraih Vietnam dalam beberapa dekade terakhir. Duta Besar Jerman di Hanoi menegaskan bahwa Jerman senantiasa mendampingi dan mendukung Vietnam di jalur pembangunan dan pembangunan nasional.
Ia mengatakan bahwa kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi merupakan pilar penting dalam hubungan kedua negara. Pada tahun 2023, omzet perdagangan kedua negara akan mencapai lebih dari 11 miliar dolar AS. Jerman adalah mitra dagang terbesar Vietnam di Eropa. Lebih dari 350 perusahaan Jerman beroperasi di Vietnam. Per Mei 2023, Jerman memiliki 444 proyek yang valid dengan total modal investasi terdaftar lebih dari 2,36 miliar dolar AS, menempati peringkat ke-18 dari 143 negara dan wilayah yang berinvestasi di Vietnam.
Pendidikan merupakan salah satu bidang utama kerja sama Jerman di Vietnam. Saat ini, sekitar 300 mahasiswa PhD Vietnam menerima beasiswa penelitian di Jerman dan sekitar 7.500 mahasiswa Vietnam sedang menempuh pendidikan di universitas-universitas Jerman. Kedua negara juga sedang mempromosikan kerja sama pelatihan vokasi, sebuah bidang kerja sama yang sangat potensial antara kedua belah pihak.
Duta Besar Guido Hildner mengatakan bahwa Universitas Vietnam-Jerman, sebuah universitas negeri hasil kerja sama antara Pemerintah Vietnam dan Republik Federal Jerman, bertujuan untuk menjadi contoh universitas yang unggul tidak hanya di Vietnam tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk menjadi universitas yang unggul di kawasan. Selain itu, kedua negara berfokus pada pengembangan bidang kerja sama lain seperti energi, lingkungan, dan perubahan iklim.
Menurut Duta Besar Guido Hildner, hubungan kedua negara juga memiliki "jembatan" lain, yaitu komunitas Vietnam yang besar di Jerman, yang jumlahnya hampir 200.000 jiwa. Warga Vietnam di Jerman merupakan salah satu jembatan penting antara kedua negara.
Mengenai potensi peningkatan hubungan bilateral antara Vietnam dan Jerman di masa mendatang, Duta Besar Guido Hildner menegaskan bahwa Jerman ingin terus memperluas kerja sama dengan Vietnam di bidang ekonomi dan politik. Jerman memandang Vietnam sebagai mitra penting dalam menjaga dan mengembangkan "tatanan internasional berbasis aturan".
Ia menambahkan bahwa dua bidang kerja sama potensial antara kedua negara di masa mendatang adalah transisi energi dan kerja sama ketenagakerjaan. Jerman ingin mendukung Vietnam dalam beralih ke sumber energi terbarukan dan menghilangkan bahan bakar fosil serta batu bara. Jerman merupakan salah satu negara maju yang telah menjalin Kemitraan Transisi Energi yang Adil (JETP) dengan Vietnam.
Bidang kedua dengan potensi besar kerja sama antara kedua belah pihak, menurut Duta Besar Jerman, adalah perekrutan tenaga kerja Vietnam berkeahlian tinggi untuk Jerman. Pasar tenaga kerja Jerman menawarkan peluang kerja yang menarik bagi warga Vietnam. Hal ini merupakan salah satu potensi besar kerja sama antara kedua negara, yang perlu kita wujudkan menjadi hasil nyata, tegas Duta Besar Guido.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)